iklan

Kamis, 15 November 2018

BENCANA TSUNAMI



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Di Indonesia bencana tsunami beberapa kali sempat terjadi di beberapa daerah. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat, wilayah Indonesia digempur 13 tsunami selama 44 tahun terakhir, sejak 1965 hingga 2009. Dari 13 kali tsunami itu, korban terbanyak terjadi di Aceh pada 26 Desember 2006 dengan 79.940 korban tewas. Banyaknya korban dari bencana ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang bencana tsunami ini.
1.2  Tujuan
Tujuan Penulisan makalah ini adalah :
1)      Mendeskripsikan apa itu tsunami.
2)      Menjelaskan tentanng penyebab dari bencana tsunami.
3)      Menjelaskan gejala-gejala yang muncul sebelum tsunami terjadi.
4)      Mendeskripsikan proses terjadinya tsunami.
5)      Menjelaskan persiapan dan tindakan yang dilakukan ketika terjadi tsunami.
6)      Menjelaskan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan tsunami
7)      Menjelaskan akibat yang ditimbulkan oleh tsunami
8)      Menyebutkan daerah- daerah yang di timpa bencana tsunami
1.3   Manfaat Penulisan
Agar kita dapat mengetahui lebih dalam karakteristik dan mekanisme tsunami, serta persiapan mengadapi tsunami, baik dalam keadaan waspada, persiapan, saat terjadi, dan setelah tsunami terjadi.



Bab II
Pembahasan
2.1    Pengertian Tsunami
Tsunami (berasal dari Bahasa Jepang:  Tsu = pelabuhan, Nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) yang artinya adalah perpindahan badan air  atau gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif. Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba(Pond and Pickard, 1983) atau dalam arah horizontal (Tanioka and Satake, 1995).
Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.


2.2    Penyebab Tsunami
Tsunami tidak akan terjadi jika tidak ada faktor pemicu. Faktor penyebab terjadinya tsunami ini adalah:
A.      Gempa bumi yang berpusat di bawah laut
Gempa bumi yang berpusat dibawah laut, Meskipun demikian tidak semua gempa bumi dibawah laut berpotensi menimbulkan tsunami. Gempa bumi dibawah laut yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami adalah gempa bumi dengan kriteria sebagai berikut :
·   Gempa bumi yang terjadi di dasar laut.
·   Pusat gempa kurang dari 30 km dari permukaan laut.
·   Magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 SR
·   Jenis pensesaran gempa tergolong sesar vertikal (sesar naik atau turun).

Meskipun demikian, tidak semua gempa bumi dibawah laut berpotensi menimbulkan tsunami.
Tsunami yang ditimbulkan oleh gempabumi biasanya menimbulkan gelombang yang cukup  besar, tergantung dari kekuatan gempanya dan besarnya area patahan yang terjadi.
            Bagaimanapun juga, penyebab yang paling umum  terjadi adalah dari gempa bumi di bawah permukaan laut. Gempa bumi kecil bisa saja  menciptakan tsunami akibat dari adanya longsor di bawah permukaan laut/lantai samudera  yang mampu untuk membangkitkan tsunami. Tsunami dapat terbentuk mana kala lantai samudera berubah bentuk secara vertikal dan  memindahkan air yang berada di atasnya. Dengan adanya pergerakan secara vertikal dari  kulit bumi, kejadian ini biasa terjadi di daerah pertemuan lempeng yang disebut subduksi.  Gempa bumi di daerah subduksi ini biasanya sangat efektif untuk menghasilkan gelombang  tsunami. dimana lempeng samudera slip di bawah lempeng kontinen, proses ini disebut juga  dengan subduksi.
B.       Letusan Gunung Berapi
Letusan gunung berapi dapat menyebabkan terjadinya gempa vulkanik (gempa akibat letusan gunung berapi). Tsunami besar yang terjadi padatahun 1883 adalah akibat meletusnya Gunung Krakatau yang berada di Selat Sunda. Meletusnya Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat padatanggal 10-11 April 1815 juga memicu terjadinya tsunami yang melanda Jawa Timur dan Maluku. Indonesia sebagai negara kepulauan yang beradadi wilayah ring of fire (sabuk berapi) dunia tentu harus mewaspadai ancaman ini.
C.      Longsor bawah laut.

Longsor bawah laut ini terjadi akibat adanya tabrakan antara lempeng samudera dan lempeng benua. Proses ini mengakibatkan terjadinya palung laut dan pegunungan. Tsunami karena longsoran bawah laut ini dikenal dengan nama tsunamic submarine landslide.
D.    Hantaman Meteor di Laut

Jatuhnya meteor berukuran besar di laut juga merupakan penyebab terjadinya tsunami. Hal itu dikarenakan meteor adalah salahsatu benda langit yang memiliki massa yang besar sehingga, apabila meteor jatuh menghantam laut yang akan mengahasilkan gelombang yang cukup besar.
2.3   Rambatan Tsunami
Kecepatan rambat gelombang tsunami berbeda-beda, tergantung pada kedalaman laut. Di laut dalam, kecepatan rambat tsunami mencapai 500 – 1000km per jam atau setara dengan kecepatan pesawat terbang namun ketinggian gelombangnya hanya sekitar 1 meter. Ketika gelombang tsunami ini sudah mendekati pantai, kecepatan rambatnya hanya sekitar 30 km per jam, namun ketinggian gelombangnya bisa mencapai puluhan meter. Ini sebabnya banyak orang yang sedang berlayar di laut dalam tak menyadari adanya tsunami. Mereka baru mengetahui tsunami telah terjadi ketika tiba di daratan dan menyaksikan kehancuran mengerikan yang disebabkan oleh tsunami.
2.4     Karakteristik Tsunami
1)      Kecepatan Tsunami
Secara empiris, kecepatan tsunami tergantung pada kedalaman laut dan percepatan gravitasi  di tempat tersebut. Untuk di laut dalam, kecepatan tsunami bisa setara dengan kecepatan  pesawat jet, yaitu sekitar 800 km/jam. Semakin dangkal lautnya, kecepatan tsunami semakin  berkurang, yaitu berkisar antara 2 – 5 km/jam.

2)      Ketinggian Tsunami
Ketinggian gelombang Tsunami berbanding terbalik dengan kecepatanya. Artinya, jika  kecapatan tsunami besar, tetapi ketinggian gelombang tsunami hanya beberapa puluh  centimeter saja. Sebaliknya untuk di daerah pantai, kecepatan tsunaminya kecil, sedangkan  ketinggian gelombangnya cukup tinggi, bisa mencapai puluhan meter.
 Ketinggian tsunami di pantai dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah bentuk  pantainya. Ada 2 (dua) bentuk pantai yaitu :

a)      Pantainya terjal
Bentuk pantai seperti ini mengakibatkan bagian utama dari energi tsunami dipantulkan oleh  slope (pembatas). Sehingga pemantulannya secara utuh mengikuti periode tsunami, tanpa  pecah. Tinggi gelombang yang gelombang yang dihasilkan antara 1 – 2 meter.

b)      Pantainya Landai
Bentuk pantai ini mengakibtkan energi tsunami akan dinaikkan oleh pantai, disini berlaku  prinsip dasar energi, yakni energi selalu konstan. Sehingga jika kecepatannya berkurang  maka amplitudonya besar, panjang gelombangnya berkurang dan mengakibatkan pecahnya  gelombang. Hal inilah yang mengakibatkan tinggi gelombang tsunami bisa mencapai puluhan  meter.
2.5    Tanda-tanda Terjadi Tsunami
Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah :
1.      Air laut yang surut secara tiba-tiba.
2.      Bau asin yang sangat menyengat.
3.      Dari kejauhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras
4.      Keberadaan hewan-hewan lain

2.6     Persiapan Mengahdapi Tsunami
1)      Mengetahui pusat informasi bencana, seperti Posko Bencana, Palang Merah Indonesia, Tim SAR. Kenali areal rumah, sekolah, tempat kerja, atau tempat lain yang beresiko. Mengetahui wilayah dataran tinggi dan dataran rendah yang beresiko terkena Tsunami.
2)      Jika melakukan perjalanan ke wilayah rawan Tsunami, kenali hotel, motel, dan carilah pusat pengungsian. Adalah penting mengetahui rute jalan keluar yang ditunjuk setelah peringatan dikeluarkan.
3)      Siapkan kotak Persediaan Pengungsian dalam suatu tempat yang mudah dibawa (ransel punggung), di dekat pintu.
4)      Siapkan peersediaan makanan dan air minum untuk pengungsian.
5)      Siapkan selalu peralatan P3K lengkap.
6)      Membawa barang secukupnya saja untuk keperluan pengungsian. 
7)      Segera mengungsi setelah ada pemberitahuan dari pihak yang berwenang atas penyebaran informasi tentang tsunami.
8)      Jika hanya ada sedikit waktu sebelum datang tsunami,segera mencari pintu dan mencari jalan keluar dari rumah atau gedung dengan segera.
9)      Carilah tempat yang tinggi dan aman dari gelombang tsunami,atau mengikuti rute dan tempat yang suah ditetapkan oleh pihak yang berwenang.
10)  Utamakan keselamatan terlebih dahulu, jika terjadi kerusakan pada tempat Anda berada,bila ingin menyelamatkan harta benda carilah yang mudah dan ringan dibawa.
11)  Pastikan tidak ada anggota keluarga yang tertinggal pada saat pergi ke tempat evakuasi. Jika bisa ajaklah tetangga dekat Anda untuk pergi bersama-sama.
12)   Jika tsunami terjadi pada saat Anda sedang menyetir kendaraan, cepat keluar dan cari tempat yang tinggi dan aman.
13)   Setelah Terjadi Tsunami, Periksa kesediaan makanan. Makanan apapun yang terkena air mungkin sudah tercemar dan harus dibuang.
14)   Memberikan bantuan kepada korban luka-luka. Berikan bantuan P3K dan panggil bantuan. Jangan pindahkan orang yang terluka, kecuali yang luka serius.
15)  Segera membangun tenda pengungsian apabila keadaan untuk kembali ke rumah tidak memungkinkan.
16)   Pastikan keadaan sudah aman dan tidak terjadi tsunami susulan sebelum kembali ke rumah.Bila keadaan rumah tidak memungkinkan untuk ditempati carilah tempat tinggal yang bisa ditempati atau kembali ke tempat pengungsian.

2.7   Dampak Tsunami
a. dampak positif
·      Menjalin kerjasama dan bahu membahu untuk menolong korban bencana tsunami, menimbulkan efek kesadaran bahwa manusia itu saling membutuhkan satu sama lain.
·      Kita dapat mengetahui sampai dimanakah kekuatan konstruksi bangunan kita serta kelemahannya dan kita dapat melakukan inovasi baru untuk penangkalan apabila bencana tsunami datang kembali tetapi dengan konstruksi yang lebih baik.

b. dampak negatif
·         Banyak tenaga kerja ahli yang menjadi korban sehingga sulit untuk mencari lagi tenaga ahli yang sesuai dalam bidang pekerjaannya
·         Banyaknya sarana dan prasarana rusak, serta bangunan-bangunan yang hancur
·         Pemerintah akan kewalahan dalam pelaksanaan pembangunan pasca bencana dikarenakan factor dana yang besar
·         Menambah tingkat kemiskinan apabila ada masyarakat korban bencana yang kehilangan seluruh hartanya
2.8  Mitigasi Tsunami
Untuk mitigasi bahaya tsunami atau untuk bencana alam lainnya, sangat diperlukan ketepatan dalam menilai kondisi alam yang terancam, merancang dan menerapkan teknik peringatan bahaya, dan mempersiapkan daerah yang terancam untuk mengurangi dampak negatif dari bahaya tersebut. Ketiga langkah penting tersebut: 1) penilaian bahaya(hazard assessment), 2) peringatan (warning), dan 3) persiapan (preparedness) adalah unsur utama model mitigasi. Unsur kunci lainnya yang tidak terlibat langsung dalam mitigasi tetapi sangat mendukung adalah penelitian yang terkait (tsunami-related research).
Langkah-langkah mitigasinya:
1)  Menerbitkan peta wilayah rawan bencana
2) Memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan larangandi wilayah rawan bencana
3) Mengembangkan sumber daya manusia satuan pelaksana
4) Mengadakan pelatihan penanggulangan bencana kepada masyarakat di wilayah rawan bencana
5) Mengadaka penyuluhan atas upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat di wilayah rawan bencana
6) Menyiapkan tempat penampungan sementara di jalur-jalur evakuasi jika terjadi bencana
7)  Memindahkan masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana ke tempat yang aman
8) Membuat banguna untuk mengurangi dampak bencana
9) Membentuk pos-pos siaga bencana

















Bab III
Penutup

3.1     Kesimpulan
Dari uraian makalah di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
·         Tsunami adalah gelombang laut yang disebabkan oleh gempa bumi , tanah longsor atau letusan gunung berapi yang terjadi di laut, serta jatuhnya meteor ke laut.
·         Terjadinya Tsunami diakibatkan oleh adanya gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air meluap ke daratan, seperti letusan gunung apigempa bumilongsor maupun meteor  yang jatuh ke bumi. Namun, sebagian besar tsunami diakibatkan oleh gempa bumi bawah laut.
·         Dampak Tsunami sebagian besar membawa pengaruh negatif dan mengakibatkan kerusakan parah, serta banyak menelan korban jiwa dan harta benda sehingga perlu adanya upaya untuk menghadapi tsunami baik dalam keadaan waspada,persiapan,saat terjadi tsunami dan setelah terjadi tsunami, agar tingkat kerugian baik harta maupun korban jiwa dapat diminimalisir.
3.2     Saran
Untuk mengantisipasi datangnya tsunami yang sampai saat ini belum bisa diprediksikan dengan tepat kapan dan dimana akan terjadi maka dapat dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :
·         Selalu waspada dan memantau dengan aktif informasi tentang bahaya tsunami dari pihak yang berwenang terhadap adanya potensi tsunami terutama penduduk yang bermukim didekat pantai.
·         Menentukan tempat-tempat berlindung yang tinggi dan aman jika terjadi tsunami.
·         Menyediakan persediaan makanan dan air minum untuk keperluan darurat dan pengungsian.
·         Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian seperti perlengkapan P3K atau obat-obatan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kelebihan dan kekurangan komik sebagai media pembelajaran

Kelebihan dan kekurangan Komik Menurut Rohani (1997:21) Media komik merupakan media yang mempunyai sifat sederhana, jelas, mudah dipahami,...