BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Fenomena alam yang terjadi di alam merupakan anugerah dan kuasa dari Tuhan. Tergantung kita menyikapi fenomena tersebut dengan cara yang bagaimana. Semua kejadian yang terjadi di alam telah terjadi secara sistematis, Oleh karena itu manusia yang diberi kelebihan dalam pemahaman, akan menjadi insan cerdas yang dapat memahami setiap gerakan dan perubahan di alam, hal ini dapat menjadi tindakan saling mengerti karena pada hakikatnya manusia dan alam adalah sahabat dan saling membutuhkan. Dan untuk memahami, manusia harus banyak belajar dari segala perubahan yang ada di alam.
Dan salah satu fenomena alam yang kerap disebut dengan bencana yang harus dipahami dan dipelajari yaitu, Gunung berapi atau gunung api secara umum adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.
Gunung berapi terdapat dalam beberapa bentuk sepanjang masa hidupnya. Gunung berapi yang aktif mungkin berubah menjadi separuh aktif, istirahat, sebelum akhirnya menjadi tidak aktif atau mati. Bagaimanapun gunung berapi mampu istirahat dalam waktu 610 tahun sebelum berubah menjadi aktif kembali. Oleh itu, sulit untuk menentukan keadaan sebenarnya daripada suatu gunung berapi itu, apakah gunung berapi itu berada dalam keadaan istirahat atau telah mati.
1.2 JUDUL GUNUNG BERAPI
1.3 MANFAAT
Agar masyarakat lebih mampu memahami segala fenomena alam yang terjadi. Dan peristiwa gunung berapi merupakan fenomena alam yang kerap menjadi bencana dengan korban jiwa terbanyak. Oleh karena itu, makalah dan laporan seputar gunung berapi dapat menjadi referensi ilmu agar peningkatan penanggulangan bencana dapat lebih baik lagi kedepannya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN GUNUNG BERAPI
Gunung Berapi adalah sebuah gunung yang memiliki kawah yang berisi magma dari dalam perut bumi. Gunung Berapi terjadi akibat dari adanya endapan magma dari perut bumi, yang didorong keluar oleh gas, sehingga menimbulkan letusan. Gunung Berapi Terjadi jika posisi permukaan bumi berada pada pertemuan dua lempeng atau lebih. Atau sebuah lubang kepundan atau rekahan dalam perut bumi yang menjadi tempat keluarnya cairan magma ke permukaan bumi.
2.2 TIPE-TIPE GUNUNG BERAPI
Tipe gunung berapi yaitu bentuk rupa dari gunung berapi, tipe gunung berapi terbagi berdasarkan bentuknya, dan letusannya.
Tipe gunung berapi berdasarkan bentuknya :
1. Tipe perisai
Yaitu Berbentuk kerucut dengan lereng landai dan aliran lava panas dari saluran tengah. Daerah persebaran magma luas serta proses pendinginan dan pembekuannya pelan. Gunung berapi yang letusannya mengeluarkan lava yang bersifat encer dan membentuk gunung tersebut, Frekuensi letusan umumnya sedang dan pelan.
2. Tipe Kubah
Yaitu gunung yang berbentuk kerucut cembung, dengan lereng curam, Lava bersifat kental. Aliran lava yang kental dari saluran pusat mengakibatkan aliran lava lambat dan membentuk lapisan yang tebal. Proses pendinginan atau pembekuan lava berlangsung cepat, Banyak lava yang membeku di saluran, akibatnya saluran menjadi tertutup. Letusan yang sangat keras dapat terjadi akibat tekanan dari dalam Bumi yang tersumbat. Seluruh bagian puncak gunung api pun dapat hancur dan lenyap seketika.
3. Tipe Maar
Yaitu gunung api yang membentuk kawah seperti mangkuk dengan lewar kawah relativ lebih besar dari tinggi dinding kawah, lereng yang landai, serta sifat lava kental.
4. Tipe Caldera (Caldera type)
Yaitu tipe gunung api yang terbentuk karena akibat dari letusan yang sangat besar sehingga bagian atas berbentuk mancung dan membentuk kawah yang lebarnya lebih dari 2 Km.
5. Tipe Strato (strato type, composible volcano type)
Gunung ini mempunyai bentuk kerucut, berlereng curam, dan luas yang terdiri atas banyak lapisan lava yang terbentuk dari aliran lava yang berulang-ulang. Lava dapat mengalir melalui sisi kerucut. Sifat letusan keras.
6. Tipe Kubah Lava (Lava dome type)
Yaitu gunung api yang mengeluarkan material berupa lava, bersifat kental yang membentuk badan gunung api tersebut, lalu emisi berupa asap, debu lembut, dan bau sulfur menyengat kelerengan umumnya simetri, dan Sifat letusan sedang.
Tipe gunung berapi berdasarkan letusannya, meliputi :
1) Tipe Hawaii
Yaitu, Tipe gunung api yang dicirikan dengan lavanya yang cair dan tipis, dan dalam perkembangannya akan tipe hawai ini akan membentuk tipe gunung api perisai.
2) Tipe Stromboli
Tipe ini Magmanya sangat cair, ke arah permukaan sering dijumpai letusan pendek yang disertai ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapilli dan setengah padatan bongkah lava.
3) Tipe vulkano
Tipe ini mempunyai ciri khas pembentukan awan debu berbentuk bunga kol, karena gas yang ditembakkan ke atas meluas hingga jauh di atas kawah.Tipe ini mempunyai tekanan gas sedang
dan lavanya kurang begitu cair. Disamping mengeluarkan awan debu, tipe ini juga menghasilkan lava.
4) Tipe merapi
Tipe ini dicirikan dengan lavanya yang cair-kental. Dapur magmanya relatif dangkal dan tekanan gas yang agak rendah. Contoh letusan tipe Merapi di Indonesia adalah Gunung Merapi di Jawa Tengah dengan awan pijarnya yang tertimbun di lerengnya menyebabkan aliran lahar dingin setiap tahun. Contoh yang lain adalah Gunung Galunggung di Jawa Barat.
5) Tipe perret
Yaitu tekanan gas sangat kuat, lavanya bersifat cair, melemparkan kepundan, letusan hingga ketinggian 80 km.
2.3 PROSES MELETUSNYA GUNUNG BERAPI
Pada dasarnya, gunung berapi terbentuk dari magma, yaitu batuan cair yang terdalam di dalam bumi. Magma terbentuk akibat panasnya suhu di dalam interior bumi. Pada kedalaman tertentu, suhu panas ini sangat tinggi sehingga mampu melelehkan batu-batuan di dalam bumi. Saat batuan ini meleleh, dihasilkanlah gas yang kemudian bercampur dengan magma. Sebagian besar magma terbentuk pada kedalaman 60 hingga 160 km di bawah permukaan bumi. Sebagian lainnya terbentuk pada kedalaman 24 hingga 48 km.
Magma yang mengandung gas, sedikit demi sedikit naik ke permukaan karena massanya yang lebih ringan dibanding batu-batuan padat di sekelilingnya. Saat magma naik, magma tersebut melelehkan batu-batuan di dekatnya sehingga terbentuklah kabin yang besar pada kedalaman sekitar 3 km dari permukaan. Magma chamber inilah yang merupakan gudang (reservoir) darimana letusan material-material vulkanik berasal.
Magma yang mengandung gas dalam kabin magma berada dalam kondisi di bawah tekanan batu-batuan berat yang mengelilinginya. Tekanan ini menyebabkan magma meletus atau melelehkan conduit (saluran) pada bagian batuan yang rapuh atau retak. Magma bergerak keluar melalui saluran ini menuju ke permukaan. Saat magma mendekati permukaan, kandungan gas di dalamnya terlepas. Gas dan magma ini bersama-sama meledak dan membentuk lubang yang disebut lubang utama (central vent). Sebagian besar magma dan material vulkanik lainnya kemudian menyembur keluar melalui lubang ini. Setelah semburan berhenti, kawah (crater) yang menyerupai mangkuk biasanya terbentuk pada bagian puncak gunung berapi. Sementara lubang utama terdapat di dasar kawah tersebut.
2.4 BAHAYA GUNUNG BERAPI
1. Leleran lava
Merupakan cairan lava yang pekat dan panas dapat merusak segala infrastruktur yang dilaluinya. Kecepatan aliran lava tergantung dari kekentalan magmanya, makin rendah kekentalannya, maka makin jauh jangkauan alirannya. Suhu lava pada saat dierupsikan berkisar antara 800o 1200o C. Pada umumnya di Indonesia, leleran lava yang dierupsikan gunungapi, komposisi magmanya menengah sehingga pergerakannya cukup lamban sehingga manusia dapat menghindarkan diri dari terjangannya.
2. Aliran piroklastik (awan panas)
Dapat terjadi akibat runtuhan tiang asap erupsi plinian, letusan langsung ke satu arah, guguran kubah lava atau lidah lava dan aliran pada permukaan tanah (surge). Aliran piroklastik sangat dikontrol oleh gravitasi dan cenderung mengalir melalui daerah rendah atau lembah. Mobilitas tinggi aliran piroklastik dipengaruhi oleh pelepasan gas dari magma atau lava atau dari udara yang terpanaskan pada saat mengalir. Kecepatan aliran dapat mencapai 150 250 km/jam dan jangkauan aliran dapat mencapai puluhan kilometer walaupun bergerak di atas air/laut.
3. Jatuhan piroklastik
Terjadi dari letusan yang membentuk tiang asap cukup tinggi, pada saat energinya habis, abu akan menyebar sesuai arah angin kemudian jatuh lagi ke muka bumi. Hujan abu ini bukan merupakan bahaya langsung bagi manusia, tetapi endapan abunya akan merontokkan daun-daun dan pepohonan kecil sehingga merusak agro dan pada ketebalan tertentu dapat merobohkan atap rumah. Sebaran abu di udara dapat menggelapkan bumi beberapa saat serta mengancam bahaya bagi jalur penerbangan.
4.Lahar letusan
Terjadi pada gunung api yang mempunyai danau kawah. Apabila volume air alam kawah cukup besar akan menjadi ancaman langsung saat terjadi letusan dengan menumpahkan lumpur panas.
5. Gas vulkanik beracun
Umumnya muncul pada gunungapi aktif berupa CO, CO2, HCN, H2S, SO2 dll, pada konsentrasi di atas ambang batas dapat membunuh
6. Lahar hujan
Terjadi apabila endapan material lepas hasil erupsi gunungapi yang diendapkan pada puncak dan lereng, terangkut oleh hujan atau air permukaan. Aliran lahar ini berupa aliran lumpur yang sangat pekat sehingga dapat mengangkut material berbagai ukuran. Bongkahan batu besar berdiameter lebih dari 5 m dapat mengapung pada aliran lumpur ini. Lahar juga dapat merubah topografi sungai yang dilaluinya dan merusak infrastruktur.
7. Banjir bandang
Terjadi akibat longsoran material vulkanik lama pada lereng gunung api karena jenuh air atau curah hujan cukup tinggi. Aliran lumpur disini tidak begitu pekat seperti lahar, tapi cukup membahayakan bagi penduduk yang bekerja di sungai dengan tiba-tiba terjadi aliran lumpur.
8. longsoran
Vulkanik dapat terjadi akibat letusan gunungapi, eksplosi uap air, alterasi batuan pada tubuh gunungapi sehingga menjadi rapuh, atau terkena gempabumi berintensitas kuat. Longsoran vulkanik ini jarang terjadi di gunungapi secara umum sehingga dalam peta kawasan rawan bencana tidak mencantumkan bahaya akibat Longsoran vulkanik.
2.5 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN MELETUSNYA GUNUNG BERAPI
Gunung berapi merupakan gunung yang sewaktu – waktu bisa meletus. Di Indonesia terutama dipulau jawa merupakan daerah yang banyak gunung berapinya. Adanya gunung api ini member pengaruh bagi kehidupan, baik pengaruh positif maupun negatif.
Berikut merupakan penjelasan dampak positif atau menfaat dari gunung berapi :
A. Gunung api mengeluarkan abu vulkanis yang dapat menyuburkan tanah
B. material gunung api berupa batu, kerikil, dan pasir dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan
C. Magma yang telah membeku di permukaan bumi menyimpan bermacam material logam atau bahan tambang, seperti emas dan perak
D. Kawasan gunung api bisa di manfaatkan untuk lahan hutan, perkebunan dan pariwisata
Adapun dampak negatif atau kerugian yang disebabkan oleg gunung api adalah
A. Lava pijar yang bercampur air pada kawah gunning api membentuk lahar panas yang dapat meluncur menuruni lereng menghancurkan apaapun tak terkecuali daerah pemukiman.
B. Lava dingin berupa aliran batu, kerikil, dan pasir bertumpuk – tumpuk dipuncak gunung, pada saat tertentu akan meluncur menuruni daerah yang dilalui dan menghancurkan apapun yang ada
C. Apabila gunung berapi dibawah permukaan laut meletus, biasannya diikuti gelombang tsunami
D. Abu vulkanis yang membumbung tinggi keudara atau yang sering disebut wedos gembel dapat mengganggu jalur penerbangan.
2.6 GUNUNG API YANG AKTIF DIINDONESIA
Gunung Api aktif adalah gunung berapi yang masih terus beraktivitas hingga sekarang. Gunung Api aktif yang ada di Indonesia meliputi :
2.6.1 Gunung Kelud
Sejak abad ke-15, gunung kelud telah memakan korban lebih dari 15.000 jiwa. Letusan gunung ini pada tahun 1586 merenggut korban lebih dari 10.000 jiwa. Pada abad ke-20 gunung kelud tercatat meletus pada tahun 1901,1919 (1 Mei), 1951, 1966, dan 1990. Letusan pada tahun 1919 memakan korban hingga ribuan jiwa akibat banjir lahar dingin yang menyapu pemukiman penduduk. Tahun 2007 gunung ini kembali meningkat aktivitasnya. Lokasi : Jawa Timur, Indonesia, Tinggi 1.731 M
2.6.2 Gunung Merapi
Gunung merapi adalah gunung termuda dari kumpulan gunung berapi dibagian selatan pulau Jawa. Letusan-letusan kecil terjadi tiap dua hingga tiga tahun, dan yang lebih besar sekitar sepuluh hingga lima belas tahun sekali. Letusan-letusan merapi yang dampaknya besar antara lain ditahun 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan ditahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang. Namun sekali lagi merapi menunjukkan aktivitasnya tepatnya tanggal 6 Oktober 2010 yang menewaskan banyak penduduk di daerah sekitar merapi. Lokasi : Klaten, Boyolali, Magelang (Jawa Tengah), Sleman (Yogyakarta) Tinggi : 2.968 M
2.6.3 Gunung Galunggung
Gunung galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882. Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan juli 1822 dimana air Cikunir berubah menjadi keruh dan berlumpur. Kemudian pada tanggal 8 Oktober sampai dengan 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak kearah tenggara mengikuti aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4011 jiwa dan menghancurkan 114 desa dengan kerusakan lahan kearah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung. Lokasi : Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Tinggi : 2.168 M.
2.6.4 Gunung Agung
Gunung Agung terakhir meletus pada 1963 sampai 1964. Dan masih aktif, dengan sebuah kawah besar dan sangat dalam yang kadang-kadang mengeluarkan asap dan abu. Pada tanggal 18 Februari 1962, penduduk setempat mendengar ledakan keras dan melihat awan naek dari kawah gunung Agung. Pada tanggal 17 Maret gunung berapi meletus mengirimka puing-puing 8-10 KM ke udara. Akibatnya menghancurkan banyak desa dan menewaskan sekitar 1500 orang. Dan letusan kedua pada 16 Mei menyebabkan aliran awan panas yang menewaskan 200 penduduk lain.
Lokasi : Bali, Indonesia, Tinggi : 3.124 M
2.6.5 Gunung Krakatau
Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada diselat sunda antara pulau Jawa dan Sumatera. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (gunung krakatau). Namun keberadaan gunung tersebut telah sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan ini sangat dahsyat, awan panas dan Tsunami yang disebabkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, Tsunami akibat letusan Krakatau adalah yang terdahsyat dikawasan samudera India, suara letusannya terdengar sampai Australia dan Afrika. Daya ledakknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki diakhir perang dunia kedua. Letusan Krakatau mengakibatkan perubahan iklim global, dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanik yang menutupi atmosfer, Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Lokasi : Perairan selat sunda, Indonesia. Tinggi 813M.
- Peuet Sague
- Argopuro
- Kelud
- Bandi Api
- Bur Ni Telong
- Leuser
- Arjuno
- Serua
- Sorikmarapi
- Gunung Lurus
- Tengger
- Nila
- Tandikat
- Mahameru
- Lamongan
- Teon
- Marapi
- Merbabu
- Batur
- Sirung
- Talang
- Raung
- Gunung Tambora
- Iliweng
- Kerinci
- Semeru
- Rinjani
- Lewotobi
- Sumbing
- Sibayak
- Gunung Agung
- Egon
- Kaba
- Welirang
- Kawah Ijen
- Kelimutu
- Dempo
- Talang
- Raung
- Tongkoko
- Gunung Besar
- Singgalang
- Semeru
- Mahawu
- Suoh
- Sago
- Sangeang Api
- Lokon
- Krakatau
- Talamau
- Paluweh
- Soputan
- Kiaraberes-Gagak
- Tandikat
- Lereboleng
- Awu
- Gunung Salak
- Pantai Cermin
- Lewotolo
- Banua Wuhu
- Gede
- Guntur
- Sundoro
- Api Siau
- Papandayan
- Slamet
- Iya
- Ruang
- Galunggung
- Tangkuban Perahu
- Ebulobo
- Dukono
- Ciremai
- Merapi
- Ine Like
- Ibu
- Bromo
- Dieng
- Rakanah
- Gamkonora
- Gamalama
- Makian
- Una-Una
2.7 GUNUNG API AKTIF DI DUNIA
a) Mauna Loa – Hawaii
Gunung berapi ini berlokasi di kepulauan Hawaii dan diperkiran telah aktif sekitar 700.000 tahun yang lalu atau bisa juga lebih. Erupsi gunung Mauna Loa diketahui terjadi pada tahun 1984. Biasanya lava yang keluar dari gunung ini tidaklah begitu cepat. Namun pada tahun 1950, salah satu dari sekian banyak erupsi yang pernah terjadi, lava yang keluar bergerak dengan sangat cepat. Kemudian lava tersebut berhasil menghancurkan desa Ho'okena Mauka.
b) Ulawun - Papua Nugini
Gunung Ulawun menjadi satu dari sekian banyak gunung berapi yang paling aktif yang berada di Papua Nugini. Diketahui sebanyak 22 erupsi telah terjadi di gunung ini sejak tahun 1700an. Beberapa tahun inipun gunung Ulawun masih cukup aktif melakukan aktivitasnya. Terdapat beberapa kali Ulawun melakukan letusan-letusan kecil dan memuntahkan sejumlah debu debu dan lava di area sekitar. Dilihat dari karakteristik gunung Ulawun, erupsi pada gunung Ulawun dapat mengakibatkan kerusakan bangunan yang fatal dimana area seluas 100 km2 dapat rusak karenanya.
c) Gunung Nyiragongo - Kongo
Adalah gunung berapi yang paling aktif yang terletak di Kongo, Afrika. Di sekitar kawah gunung, berlokasi beberapa danau lava yang sangat panas. Pada tahun 1977, sebuah retakan terjadi di dinding danau lava. Hal tersebut mengakibatkan lava tumpah keluar, menghancurkan sejumlah pedesaan dan membunuh banyak orang. Pada tahun 2002, Nyiragongo kembali terjadi erupsi. Dimana erupsi tersebut berhasil merusak kota Goma yang berada tidak jauh dari gunung. Walaupun sudah melakukan evakuasi terhadap warganya, namun masih ada beberapa orang tidak beruntung yang menjadi korban dari erupsi gunung Nyiragongo.
d) Galeras – Kolombia
Gunung Galeros terletak deket dengan perbatasan Ekuador. Para peneliti menilai bahwa gunung berapi ini sudah aktif sejak 1 juta tahun yang lalu. Dimana erupsi pertama tercatat di tahun 1580. Galeros sempat tidur di tahun 1978, namun 10 tahun kemudian pada tahun 1988 Galeros kembali aktif melakukan erupsi. Ketika para peneliti melakukan pertemuan untuk membahas bahaya dari gunung Galeras, terjadi erupsi yang tidak terduga, membunuh 6 ilmuwan dan 3 turis. Sejak tahun 2000, Galeros terus aktif melakukan erupsi tiap tahunnya. Memuntahkan sejumlah besar debu dan lava dan akibat erupsi itu, beberapa daerah merasakan getarannya.
e) Sakurajima - Jepang
Mendapat julukan Vesuvius dari Asia karena aktivitas erupsinya yang cukup sering sama seperti gunung Vesuvius yang berada di Italia. pada awalnya gunung ini berada terpisah dari kepulauan Jepang. Namun hal tersebut berubah ketika erupsi yang terjadi pada tahun 1914. Erupsi tersebut mengeluarkan lava panas yang kemudian berubah menjadi jembatan yang menghubungi gunung Sakurajima dengan Jepang. Setiap tahunnya gunung Sakurajima rajin mengeluarkan letusan-letusan kecil dan mengeluarkan debu ke area sekitar gunung. Sebagai penanggulangan erupsi yang lebih parah, pemerintah Jepang sudah menyiapkan tempat berlindung bagi para warganya.
f) Popocatepetl – Meksiko
Gunung berapi satu ini hampir saja memakan korban sebanyak 41.000 jiwa ketika erupsi terakhinya yang terjadi pada tahun 2000. Untungnya pemerintah melakukan tindakan super cepat dengan mengevakuasi para warganya. Sejak tahun 1519 gunung Popocatepetl tercatat telah melakukan erupsi sebanyak lebih dari 20 kali. Efek dari erupsi gunung Popocatepetl memiliki radius jangkauan yang cukup luas. Dimana dalam area itu hidup sebanyak 9 juta orang yang apabila terjadi erupsi dapat menjatuhkan banyak korban jiwa.
g) Gunung Vesuvius - Italia
Gunung Vesuvius yang berada di timur Naples merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Gunung berapi ini juga memiliki sejarah buruk akan letusannya yang terjadi pada tahun 79 Masehi. Dimana saat itu erupsi yang dihasilkan gunung Vesuvius melenyapkan 2 kota Herculaneum dan Pompeii. Terakhir kali gunung ini aktif adalah ketika tahun 1944. Yang menjadikan gunung berapi ini berbahaya juga karena di sekitar gunung berapi ini memiliki kepadatan yang sangat tinggi, sehingga suat saat gunung Vesuvius kembali erupsi dapat menjatuhkan banyak korban jiwa.
h) Eyjafjallajokull - Islandia
Gunung yang sulit dieja ini merupakan satu dari sekian banyak gunung es yang berada di Islandia. Gunung setinggi 1.666 meter ini selalu tertutup dengan selimut es di bagian puncaknya. Pernah pada tahun 2010 gunung Eyjafjallajokull mengalami erupsi hebat yang efeknya terasa sampai barat dan utara Eropa. Erupsi di beberapa negara tersebut juga menyebabkan sejumlah jadwal penerbangan menjadi terganggu.
i) Yellowstone Caldera – USA
Menjadi gunung berapi paling aktif di dunia nomor 1. Meskipun dibilang masih aktif namun taman nasional Yellowstone Caldera masih bisa menjadi daya tarik bagi para pengunjung entah itu asing maupun lokal. Setidaknya dalam tiap tahunnya, taman nasional Caldera berhasil meraih pengunjung sampai 3 juta orang. Banyak para wisatawan mengatakan bahwa sumber mata air dan juga gleyser di taman nasional ini memiliki pemandangan yang sangat bagus. 640.000 tahun yang lalu, Yellowstone Caldera mengalami erupsi terbesarnya sepanjang sejarah. Diperkirakan oleh pemerintah USA bila gunung berapi ini erupsi kembali, sebanyak 87.000 jiwa orang dipastikan meninggal.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Letusan Gunung Api merupakan salah satu bentuk bencana alam Geologis, Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak kita harapkan datangnya. Sebab jika bencana tersebut datang maka akan mampu merusak segala sesuatu yang ada di sekitar kita, bahkan mampu merenggut jiwa manusia. Gunung meletus merupakan salah satu bencana alam yang mampu menghancurkan suatu daerah yang luas dan menyebabkan kerugian yang besar merupakan proses alami.
Ketika akan meletus dan saat meletus gunung berapi menimbulkan gaya endogen atau getaran gempa. Material-material yang dikeluarkan saat gunung api meletus sangat berbahaya bagi manusia atau makhluk hidup lainnya Material tersebut antara lain lahar, awan panas, batu-batuan. pasir, kerikil, maupun debu.
DAFTAR PUSTAKA
Kusumadinata, K., 1979. Data Dasar Gunung api Indonesia.
Dit. Vulk., Bandung
Prato, Indyo. 2006. Klasifikasi gunung api aktif Indonesia,
studi kasus dari beberapa letusan gunung api dalam sejarah. Pusat Survei Geologi. Vol. 1 No. 4 hal 209-227
Wahyunto. wasito.(tt). Lintasan sejarah erupsi gunung berapi. Bogor. Balai Besar Sumber Daya Lahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar