iklan

Selasa, 01 Agustus 2017

Konflik

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Konflik merupakan kondisi yang terjadi ketika dua pihak atau lebih menganggap ada perbedaan posisi yang tidak selaras, tidak cukup sumber dan tindakan salah satu pihak menghalangi, atau mencampuri atau dalam beberapa hal membuat tujuan pihak lain kurang berhasil. Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. 
Konflik dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

1.2. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan konflik?
2. Apa saja jenis-jenis konflik?
3. Apa saja teori-teori yang mendasari konflik?
4. Apa yang menjadi penyebab sebuah konflik?
5. Apa sajakah dampak dari konflik?
6. Bagaimana strategi menyelesaikan sebuah konflik?
7. Daerah mana sajakah di dunia yang sering terjadi konflik?
8. Daerah manasajakah di Indonesia yang sering terjadi konflik?

1.3. Tujuan Penulisan
1 Mengetahui pengertian dari konflik
2 Mengetahui jenis-jenis konflik 
3 Mengetahui teori-teori konflik
4 Mengetahui penyebab terjadinya konflik
5 Mengetahui dampak dari konflik
6 Mengetahui strategi penyelesaian konflik
7 Mengetahui daerah-daerah yang sering terjadi konflik baik di Indonesia maupun di dunia

BAB II
KONFLIK

2.1. Pengertian Konflik
Konflik merupakan gejala sosial yang serba hadir dalam kehidupan sosial, sehingga konflik bersifat inheren artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu, dimana saja dan kapan saja. Dalam pandangan ini, masyarakat merupakan arena konflik atau arena pertentangan dan integrasi yang senantiasa berlangsung. 
Di dalam setiap kehidupan sosial tidak ada satu pun manusia yang memiliki kesamaan yang persis, baik dari unsur etnis, kepentingan, kemauan, kehendak, tujuan dan sebagainya. Dari setiap konflik ada beberapa diantaranya yang dapat diselesaikan, akan tetapi ada juga yang tidak dapat diselesaikan sehingga menimbulkan beberapa aksi kekerasan. Kekerasan merupakan gejala tidak dapat diatasinya akar konflik sehingga menimbulkan kekerasan dari model kekerasan yang terkecil hingga peperangan.
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. 

Definisi konflik menurut para ahli :
1. Daniel webster mendefinisikan konflik sebagai :
Persaingan atau pertentangan antara pihak-pihak yang tidak cocok satu sama lain
Keadaan yang bertentangan (misalnya : pertentangan pendapat,kepentingan atau pertentangan antar individu).
Perselisihan akibat kebutuhan, dorongan, keinginan atan tuntutan yang bertentangan.
Perseteruan.

2. Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.

3. Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.

4. Menurut Pace & Faules (1994 : 294)Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami.

5. Menurut Ramlan Surbakti (1992:149) menyebutkan pengertian konflik yaitu “benturan”, seperti perbedaan pendapat, persaingan, dan pertentangan antara individu dan individu, kelompok dan kelompok, indivudu dan kelompok, dan antara individu atau kelompok dengan pemerintah.

6. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun Poerwadinata (1976), konflik berarti pertentangan atau percekcokan. Pertentangan sendiri bisa muncul ke dalam bentuk pertentangan ide maupun fisik antara dua belah pihak bersebrangan.

7. Menurut Eep Saeffullah Fatah (1994:46-47) konflik adalah Suatu bentuk perbedaan atau pertentangan ide, pendapat, paham atau kepentingan di antara dua pihak atau lebih. Pertentangan ini dapat berbentuk non fisik, bisa juga berkembang menjadi benturan fisik, bisa berkadar tinggi dalam bentuk kekerasan (violent) ataupun berkadar rendah yang tidak menggunakan kekerasan (non-violent).

Dari berbagai pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa konflik adalah percekcokan, perselisihan dan pertentangan yang terjadi antar anggota atau masyarakat dengan tujuan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan dengan cara saling menantang dengan ancaman kekerasan.


2.2. Jenis-jenis Konflik
1. Konflik Diri (Intraindividu)
Konflik diri adalah gangguan emosi yang terjadi dalam diri seseorang, karena dia dituntut  menyelesaikan suatu pekerjaan atau memenuhi suatu suatu harapan sementara minat, tujuan, dan tata nilainya tidak sanggup memenuhi tuntutan, sehingga hal ini menjadi beban baginya. Konflik inipun bisa terjadi apabila pengalaman, minat, tujuan, atau tata nilai pribadinya bertentangan satu sama lain. Konflik diri mencerminkan perbedaan antara apa yang anda katakan, inginkan, dan apa yang anda lakukan untuk mewujudkan keinginan itu.

2. Konflik Antarindividu
Konflik antarindividu adalah konflik antara dua individu.

3. Konflik Dalam Kelompok
Konflik dalam kelompok adalah konflik yang terjadi antara indivdu dalam suatu kelompok (tim, departmen, perusahaan, organisasi, dsb.)

4. Konflik Antarkelompok 
5. Konflik antar kelompok adalah konflik yang melibatkan lebih dari satu kelompok (beberpa tim, departmen, organisasi, dsb.)


2.3. Teori Konflik
Teori konflik adalah teori yang memandang bahwa perubahan sosial tidak terjadi melalui proses penyesuaian nilai-nilai yang membawa perubahan, tetapi terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula.
Ada tiga teori konflik yang menonjol dalam ilmu sosiologi sampai saat ini, yaitu:

1.      Teori konflik C. Gertz, tentang primodialisme
Primordialisme adalah perasaan kesukaan yang berlebihan. Banyak lapian masyarakat sampai sekarangpun hidup semangat dengan primordialisme yang kental baik secara pribadi maupun secara kelompok.
Ciri masyarakat primordial menurut Gertz umumnya adalah mengutamakan kelompok, suku, agama, budaya dan segalanya masih sangatr diwarnai dengan ketertutupan, fanatisme, egoism dan cendeung mencari amannya sendiri. Konflik primordial serng terjadi karena sikap tertutup dan dan fanatisme ini.
Konflik pimordialisme berakar pada sikap masyarakat tertutup, tidak terbuka terhadap realitassosialnya.ketertutupan inilah yang membuat pribadi atau pun kelompo merasa eksklusif dalam diri atau klompoknya sendiri dan tidak menerima dan terbuka terhadap pihak lainnya yang berbeda dengan diri atau kelompok mereka.

Bahaya negatif primordialisme ini seara social tercetus dalam beberapa sikap dasar seperti:
a.       Semangat eksklusivisme secara politik, ekonomi, social, religious (merasa diri atau kelompoknya lebih dari yang lainnya)
b.      Fanatisme (merasa keyakinan dan pandangannya sendiri yang paling benar, yang bertentangan dengan diri atau kelompoknya tidak benar)
c.       Anarkisme  (sebenarnya kaum primordialisme ini adalah kaum yang “ phobis” dan selalu berusaha mengatasi ketakutannya dengan bertindak untuk “menguasai” pihak lainnya agar dirinya   merasa aman, tidak terancam, superior, dianggap berkuasa dan sebagainya)

2. Teori Konflik Karl Marx tentang pertentangan kelas
Teori ini terutama didasarkan pada pemikiran karl Marx yang melihat, masyarakat berada dalam konflik yang terus-menerusdi antara kelompok atau kelas social. Dalam pandangan teori ini, konflik masyarakat dikuasai oleh sebagian kelompok atau individu yang mempunyai kekuasaan dominan. Selain Marx dan Hegel, tokoh lain dalam pendekatan konflik adalah Lews Coser.
Dengan demikian tampaklah bahwa ada pmbagian yang jelas antara pihak yang berkuasa dan pihak yang di kuasa. Keduanya itu mempunyai kepentingan yang berbeda dan bahkan mungkin bertentangan.

3. Teori Konflik James Scott, tentang Patron-klien
Scott menyebutkan ada faktor yang menjadi sebab tumbuh berkembangnya konflik relasi patron klien (patronase) dalam suatu komunitas, yaitu:
a.       Ketimpangan ekonomi yang kuat dalam penguasaan kekayaan yang banyak diterima sebagai sesuatu yang sah
b.      Ketiadaan jaminan fisik dan tidak ada kesetaraan setatus dan kedudukan yang kuat dan bersifat personal 
c.       Ketidak berdayaan kesatuyan keluarga sebagai wahana yang efektif bagi keamanan dan pengembangan diri.

Klien yang umumya cenderung dijadikan alat memperkuat kekuasaan, status, dan kekayaan saja bagi Patron. Konflik Patron-Klien lebih banyak terjadi karena relasi berat sebelah,idak setara baik secara ekonomi, social, politik atau budaya.
Suatu masyarakat yang tingkat ekonominya rendah,kesejahteraannya rendah,sumberdayanya akan lebih dikuasai oleh patron yang lebih berkuasa dan suatu masyarakat yang berdasarkan keagamaan dimana hanya kalangan tertentu saja yang dapat berhubungan dengan alam transcendental sangat rentan “terjangkiti” oleh relasi patron-klien. Namun tidak menutup kemungkinan relasi ini merasuk di berbagai komunitas di desa,perkampungan kumuh terutama di negara-negara ke tiga bahkan sampai di lingkungan perkantoran yang telah maju dan modern sekalipun.


2.4. Tahap-tahap Konflik
Analisis dasar tahapan konflik ada lima tahap, yang umumnya disajikan secara berurutan. Tahapan ini adalah: 

1. Prakonflik 
Ini merupakan periode dimana terdapat suatu ketidak sesuaian sasaran diantara dua belah pihak atau lebih, sehingga timbullah sebuah konflik. Konflik tersembunyi dari pandangan umum, meskipun satu pihak atau lebih mengetahui potensi terjadinya konfrontasi. Mungkin terdapat ketegangan hubungan diantara beberapa pihak atau keinginan untuk menghindari kontak satu sama lain pada tahap ini. 

2. Konfrotasi 
Pada tahap ini konflik terjadi semakin terbuka. Jika hanya satu pihak yang merasa ada masalah. Mungkin para pendukungnya mulai melakukan aksi demonstrasi atau prilaku konfrontatif. Pertikayan atau kekerasan pada tingkat rendah lainnya terjadi diantara kedua belah pihak. Masing–masing pihak mungkin mengumpulkan sumber daya dan kekuatan dan mencari sekutu dengan harapan dapat meningkatkan konfrontasi dan kekerasan. Hubungan diantara kedua belah pihak menjadi sangat tegang, mengarah pada polarisasi antara para pendukung dimasing–masing pihak. 

3. Krisis 
Ini merupakan puncak konflik, ketika ketegangan dan kekerasan terjadi paling hebat. Dalam konflik skala besar, ini merupakan periode perang, ketika kedua belah pihak jatuh korban dan saling membunuh. Komunikasi normal diantara kedua belah pihak kemungkinan terputus. Pernyataan–pernyataan umum cenderung menuduh dan menentang pihak–pihak lainnya. 

4. Akibat 
Suatu konflik pasti akan meninggalkan akibat. Satu pihak mungkin menakhlukan pihak lain, atau mungkin melakukan gencatan senjata. Satu pihak mungkin menyarah dengan sendirinya, atau menyerah atas desakan pihak lain. Keduabelah pihak mungkin setuju untuk bernegosiasi dengan atau tanpa perantara. Suatu pihak yang mempunyai otoritas atau pihak ketiga yang mungkin lebih berkuasa memaksa duabelah pihak untuk menghentikan pertikaian. Apapun keadaannya, tingkat ketegangan, konfrontasi dan kekerasan pada tahap ini agak menurun, dengan kemungkinan adanya penyelesaian. 

5. Pasca konflik 
Situasi diselesaikan dengan cara mengakhiri berbagai macam konfrontasi kekerasan, ketegangan berkurang dan hubungan mengarah pada situasi normal diantara kedua belah pihak. Namun isu–isu dan masalah–masalah yang timbul karena sasaran mereka yang saling bertentangan tidak diatasi dengan baik, tahap ini sering kembali lagi menjadi situasi prakonflik.


2.5. Penyebab Konflik
1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.

2. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.

3. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.


4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.


2.6. Dampak Konflik
Dampak positif dari konflik antara lain :
Bertambah kuatnya rasa solidaritas sesama anggota kelompok. Hal ini biasanya terjadi pada konflik antarkelompok, di mana anggota masing-masing kelompok karena merasa mempunyai identitas yang sama bersatu menghadapi ancaman yang datang dari luar kelompoknya.
Memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau belum tuntas untuk ditelaah. Contohnya, dalam menetapkan suatu rancangan undang-undang (RUU) menjadi sebuah undang-undang yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) dengan persetujuan presiden. Dalam hal ini perlu dilakukan telaah terlebih dahulu terhadap rancangan undang-undang tersebut dalam sidang di DPR. Dalam penelaahan itu tentunya terjadi perbedaan pendapat atau pandangan yang nantinya berguna untuk lebih memperjelas dan mempertajam kesimpulan yang dapat memperkuat undang-undang tersebut.
Memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma dan nilai-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan individu atau kelompok. Terjadinya konflik dapat menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat terhadap norma dan nilai sosial, serta hubungan sosial tentang perlunya diterapkan beberapa aturan yang cenderung dapat membawa ke arah yang lebih baik.
Merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan antarkelompok.
Dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma yang baru.
Dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan dalam masyarakat.
Memunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak yang berkonflik dalam kekuatan yang seimbang.
Dampak negatif konflik antara lain :
Hancurnya atau retaknya kesatuan kelompok. Hal ini biasanya muncul apabila terjadi konflik di antara anggota kelompok yang sama.
Adanya perubahan kepribadian pada diri individu.
Hancurnya harta benda dan jatuhnya korban manusia.
Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah.
Rusaknya fasilitas umum dan lingkungan alam

2.7. Strategi Menyelesaikan Konflik
Menurut Hugh Miall (2002:65) bahwa penyelesaian konflik dapat dibedakan sebagai berikut:

a. Strategi Kompetisi 
Merupakan penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. 

b. Strategi Akomodasi 
Merupakan penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. 

c. Strategi Kolaborasi 
Merupakan bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. 

d. Strategi Penghindaran 
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. 

e. Strategi Kompromi atau Negosiasi 
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan dan saling member serta menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak

Menurut Wijono (1993 : 42-125) strategi mengatasi konflik, yaitu:

1. Strategi Mengatasi Konflik Dalam Diri Individu (Intraindividual Conflict)
Menurut Wijono (1993 : 42-66), untuk mengatasi konflik dalam diri individu diperlukan paling tidak tujuh strategi yaitu:

1) Menciptakan kontak dan membina hubungan
2) Menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan
3) Menumbuhkan kemampuan /kekuatan diri sendiri
4) Menentukan tujuan
5) Mencari beberapa alternative
6) Memilih alternative
7) Merencanakan pelaksanaan jalan keluar

2. Strategi Mengatasi Konflik Antar Pribadi (Interpersonal Conflict)
Menurut Wijono (1993 : 66-112), untuk mengatasi konflik dalam diri individu diperlukan paling tidak tiga strategi yaitu:

1) Strategi Kalah-Kalah (Lose-Lose Strategy)
  Berorientasi pada dua individu atau kelompok yang sama-sama kalah. Biasanya individu atau kelompok yang bertikai mengambil jalan tengah (berkompromi) atau membayar sekelompok orang yang terlibat dalam konflik atau menggunakan jasa orang atau kelompok ketiga sebagai penengah.
Dalam strategi kalah-kalah, konflik bisa diselesaikan dengan cara melibatkan pihak ketiga bila perundingan mengalami jalan buntu. Maka pihak ketiga diundang untuk campur tangan oleh pihak-pihak yang berselisih atau barangkali bertindak atas kemauannya sendiri. Ada dua tipe utama dalam campur tangan pihak ketiga yaitu:

a. Arbitrasi (Arbitration)
  Arbitrasi merupakan prosedur di mana pihak ketiga mendengarkan kedua belah pihak yang berselisih, pihak ketiga bertindak sebagai hakim dan penengah dalam menentukan penyelesaian konflik melalui suatu perjanjian yang mengikat.

b. Mediasi (Mediation)
  Mediasi dipergunakan oleh Mediator untuk menyelesaikan konflik tidak seperti yang diselesaikan oleh abriator, karena seorang mediator tidak mempunyai wewenang secara langsung terhadap pihak-pihak yang bertikai dan rekomendasi yang diberikan tidak mengikat.

2) Strategi Menang-Kalah (Win-Lose Strategy)
  Dalam strategi saya menang anda kalah (win lose strategy), menekankan adanya salah satu pihak yang sedang konflik mengalami kekalahan tetapi yang lain memperoleh kemenangan.
Beberapa cara yang digunakan untuk menyelesaikan konflik dengan win-lose strategy (Wijono, 1993 : 44), dapat melalui:
a. Penarikan diri, yaitu proses penyelesaian konflik antara dua atau lebih pihak yang kurang puas sebagai akibat dari ketergantungan tugas (task independence).
b. Taktik-taktik penghalusan dan damai, yaitu dengan melakukan tindakan perdamaian dengan pihak lawan untuk menghindari terjadinya konfrontasi terhadap perbedaan dan kekaburan dalam batas-batas bidang kerja (jurisdictioanal ambiquity).
c. Bujukan, yaitu dengan membujuk pihak lain untuk mengubah posisinya untuk mempertimbangkan informasi-informasi faktual yang relevan dengan konflik, karena adanya rintangan komunikasi (communication barriers).
d. Taktik paksaan dan penekanan, yaitu menggunakan kekuasaan formal dengan menunjukkan kekuatan (power) melalui sikap otoriter karena dipengaruhi oleh sifat-sifat individu (individual traits).
e. Taktik-taktik yang berorientasi pada tawar-menawar dan pertukaran persetujuan sehingga tercapai suatu kompromi yang dapat diterima oleh dua belah pihak, untuk menyelesaikan konflik yang berkaitan dengan persaingan terhadap sumber-sumber (competition for resources) secara optimal bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

3) Strategi Menang-Menang (Win-Win Strategy)
  Penyelesaian yang dipandang manusiawi, karena menggunakan segala pengetahuan, sikap dan keterampilan menciptakan relasi komunikasi dan interaksi yang dapat membuat pihak-pihak yang terlibat saling merasa aman dari ancaman, merasa dihargai, menciptakan suasana kondusif dan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi masing-masing dalam upaya penyelesaian konflik. Jadi strategi ini menolong memecahkan masalah pihak-pihak yang terlibat dalam konflik, bukan hanya sekedar memojokkan orang.

Strategi menang-menang jarang dipergunakan dalam organisasi dan industri, tetapi ada 2 cara didalam strategi ini yang dapat dipergunakan sebagai alternatif pemecahan konflik interpersonal yaitu:
a. Pemecahan masalah terpadu (Integrative Problema Solving) Usaha untuk menyelesaikan secara mufakat atau memadukan kebutuhan-kebutuhan kedua belah pihak.
b. Konsultasi proses antar pihak (Inter-Party Process Consultation) Dalam penyelesaian melalui konsultasi proses, biasanya ditangani oleh konsultan proses, dimana keduanya tidak mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan konflik dengan kekuasaan atau menghakimi salah satu atau kedua belah pihak yang terlibat konflik


2.8. Konflik-konflik yang Terjadi di Indonesia
 Beberapa konflik yang pernah terjadi di Indonesia :

1. Konflik Antar Suku di Sampit (2001)

Gambar 1. Konflik antar suku di Sampit (2001)
Barangkali kerusuhan yang terjadi di Sampit adalah kerusuhan antar suku paling mengerikan yang pernah terjadi di Indonesia. Konflik ini diduga akibat adanya warga Dayak yang dibantai oleh Warga Madura yang menetap di sana. Versi lain mengatakan jika kedua suku saling membakar rumah dan mengakibatkan Suku Dayak yang memenuhi hampir semua wilayah Kalimantan Tengah murka.
Akibat hal ini, 500 orang dikabarkan meninggal dunia. Dari jumlah itu 100 di antaranya mengalami pemenggalan kepala oleh Suku Dayak. Pemenggalan ini dilakukan oleh Suku Dayak karena mereka ingin mempertahankan wilayah yang saat itu mulai dikuasai oleh Suku Madura. Pihak Kepolisian setempat sebenarnya sudah menangkap orang-orang yang dianggap sebagai dalang dari kerusuhan. Namun setelah ditangkap, Kantor Polisi justru dikepung oleh Suku Dayak hingga Polisi tepaksa melepaskan kembali tahanan. Konflik yang terjadi di tahun 2001 ini akhirnya berakhir setelah setahun berlangsung.

2. Konflik Antar Agama di Ambon (1999)

Gambar 2. Konflik antar agama di Ambon (1999)
Konflik yang ada kaitannya dengan agama terjadi di Ambon sekitar tahun 1999. Konflik ini akhirnya meluas dan menjadi kerusuhan buruk antara agama Islam dan Kristen yang berakhir dengan banyaknya orang meninggal dunia. Orang-orang dari kelompok Islam dan Kristen saling serang dan berusaha menunjukkan kekuatannya.
Konflik ini awalnya dianggap sebagai konflik biasa. Namun muncul sebuah dugaan jika ada pihak yang sengaja merencanakan dengan memanfaatkan isu yang ada. Selain itu ABRI juga tak bisa menangani dengan baik, bahkan diduga sengaja melakukannya agar konflik terus berlanjut dan mengalihkan isu-isu besar lainnya. Kerusuhan yang terjadi di Ambon membuat kerukunan antar umat beragama di Indonesia jadi memanas hingga waktu yang cukup lama.

3. Konflik Antara Etnis (1998)

Gambar 3. Konflik antar etnis (1998)
Kerusuhan yang terjadi di penghujung Orde Baru 1998 awalnya dipicu oleh krisis moneter yang membuat banyak sektor di Indonesia runtuh. Namun lambat laun kerusuhan menjadi semakin mengerikan hingga berujung pada konflik antara etnis pribumi dan etnis Tionghoa. Kerusuhan melebar dan menyebabkan banyak aset-aset miliki etnis Tionghoa dijarah dan juga dibakar karena kemarahan.
Selain menjarah dan membakar banyak hal penting dari etnis Tionghoa. Mereka juga melakukan tindak kekerasan kepada para wanita dari etnis ini. Kasus pelecehan seksual banyak dilaporkan hingga kasus pembunuhan pun tak bisa dihindari. Konflik antar etnis yang terjadi di Indonesia benar-benar membuat negeri ini menjadi lautan darah.

4. Konflik Antar Golongan Agama (Ahmadiyah dan Syiah) (2000-an)

Gambar 4. Konflik Antar Golongan Agama (Ahmadiyah dan Syiah) (2000-an)
Indonesia memiliki banyak sekali golongan-golongan dalam sebuah agama. Misal Islam ada yang memposisikan sebagai NU, Muhammadiyah, hingga Ahamdiyah. Sayangnya, ada beberapa golongan yang dianggap menyimpang hingga akhirnya dimusuhi oleh golongan lain yang jauh lebih dominan. Konflik yang paling nampak terlihat dari golongan Ahmadiyah yang mengalami banyak sekali tekanan dari kelompok mayoritas di wilayahnya.
Mereka dianggap menyimpang hingga akhirnya diusir, rumah ibadah dan warga dibakar hingga aksi kekerasan lainnya. Jemaah dari Ahmadiyah dipaksa kembali ke ajaran asli dan meninggalkan ajaran lamanya.
Selanjutnya ada kelompok lagi bernama Syiah yang juga ditekan di Indonesia. Kelompok ini dianggap sesat dan harus diwaspadai dengan serius. Sayangnya, masyarakat terlalu ekstrem hingga banyak melakukan kekerasan pada kelompok ini mulai dai pembakaran rumah ibadah hingga pesantren. Hal ini dilakukan dengan dalih agar Islam di Indonesia tidak tercemar oleh ajaran pengikut Syiah.

5. Konflik Antar Golongan dan Pemerintah (GAM, RMS, dan OPM)

Gambar 5. Konflik antar golongan dan pemerintah (GAM, RMS, dan OPM)

Konflik yang terjadi dengan kelompok-kelompok tertentu sering terjadi di Indonesia. Paling heboh hingga sampai di bawa ke dunia internasional adalah masalah dengan Gerakan Aceh Merdeka atau GAM. Konflik ini terjadi akibat banyak dari milisi GAM menginginkan lepas dari Indonesia. Sayangnya pemerintah tak mau hingga adu kekuatan terjadi selama bertahun-tahun. Konflik ini akhirnya selesai setelah muncul sebuah kesepakatan yang salah satunya adalah membuat Aceh menjadi daerah otonomi khusus.
Selain GAM adalah lagi RMS atau Republik Maluku Selatan dan Operasi Papua Merdeka atau OPM. Kelompok ini menginginkan merdeka dan lepas dari Indonesia. Untuk memenuhi hasrat ini tindakan-tindakan pemberontakan kerap terjadi dan membuat warga sekitar merasa sangat terganggu. Pasalnya gerakan separatis seperti ini hanya akan membuat situasi menjadi buruk.


2.9. Daerah-daerah Rawan Konflik di Indonesia

1. Papua 
2. Jawa Barat
3. Jakarta
4. Sumatera Utara
5. Sulawesi Tengah
6. Jawa Tengah


2.10. Konflik yang Terjadi di Dunia
Beberapa konflik yang terjadi di dunia :

1. Konflik Israel dan Palestina


Gambar 6. Konflik Israel dan Palestina
Bisa dibilang konflik yang terjadi di Gaza adalah konflik abadi yang susah menemui jalan kelar. Setiap hari selalu saja ada baku tembak hingga serangan bom yang menggempur wilayah konflik. Palestina menjadi negeri pesakitan karena wilayahnya semakin habis dicaplok Israel yang menjadi saudara dekat Amerika.
Konflik militer yang terjadi antara Israel dan Palestina telah menjadi isu dunia. Sayangnya penyelesaian selalu tak terjadi. Konflik kedua kubu ini seperti sengaja dibiarkan karena ada kepentingan-kepentingan tertentu yang tersembunyi.

2. Konflik Korea Utara dan Korea Selatan

Gambar 7. Konflik Korea Utara dan Korea Selatan
Meski jarang sekali terjadi baku tembak di antara dua negara. Namun nyatanya sampai sekarang di perbatasan negara masih terjadi ketegangan. Konflik-konflik kecil kerap memenuhi area DMZ yang dijaga ketat oleh tentara dari dua negara.
Konflik militer antara Korea Utara dan Korea Selatan bisa dibilang tak akan ada akhirnya. Kedua negara sama-sama punya kepentingan. Apalagi saat ini Korea Utara dipimpin oleh Kim Jong-un yang dikenal sebagai diktator paling kejam saat ini.

3. Konflik di Afganistan

Gambar 8. Konflik di Afghanistan
Afganistan mengalami konflik militer yang sangat panjang. Bahkan sejak tahun 1978 negeri ini sudah harus berperang melawan kelompok militan. Setelah masalah ini selesai negeri ini kembali diguncang dengan beberapa manuver dari negara seperti Uni Soviet (Rusia) hingga akhirnya NATO menguasai pada 2001 buntut serangan AL-Qaeda di Amerika.
Konflik militer ini bisa dibilang perang besar yang katanya melawan terorisme. Selam 13 tahun perang telah memakan ribuan nyawa tak berdosa.  Di tahun 2015 ini konflik senjata kembali dilanjutkan dengan dalangnya adalah Amerika.

4. Konflik Somalia Melawan Al-Qaeda

Gambar 9. Konflik Somalia melawan Al-Qaeda
Sejak tahun 1986 silam Somalia telah mengalami perang sipil yang mengakibatkan banyak sekali warganya tewas. Perang ini selesai pada tahun 1995 dan negara mulai damai kembali. Berpuluh tahun berselang Somalia dimasuki organisasi teroris mengerikan yang membuat negeri ini jadi memanas.
Perang terus terjadi hingga sekarang dan mengakibatkan banyak sekali rakyat sipil yang menjadi korban. Saat ini bahkan tentara Inggris ikut masuk bersama dengan tentara Amerika. Kerusuhan semakin menjadi-jadi di Somalia.

5. Konflik Internal Kolombia

Gambar 10. Konflik Internal Kolombia
Kolombia mengalami konflik berupa perang sipil yang terjadi sejak tahun 1964 dan sampai sekarang pun belum selesai. Konflik ini terjadi antara pemerintah, kaum pemberontak yang selalu menjadi oposisi pemerintah dan juga kaum gerilyawan.
Mereka terus berperang dan rebutan wilayah vital di Kolombia. Selama 50 tahun perang sipil terjadi setidaknya ada sekitar 200.000 lebih meninggal dunia. Sebagian besar berasal dari warga sipil yang berada di daerah konflik.

6. Konflik Kashmir India

Gambar 11. Konflik Kashmir India
Kashmir adalah daerah di utara India yang terus mengalami konflik hingga sekarang. Banyak sekali gerilyawan di Kashmir menginginkan adanya kebebasan dan lepas dari India. Sayangnya apa yang mereka inginkan justru menjadikan India kian murka dan baku hantam sering terjadi.
Tak terhitung lagi berapa banyak gerilyawan ditangkap lalu disiksa dengan cara yang mengerikan sampai tewas. Apa yang terjadi di Kashmir benar-benar telah melanggar hak asasi manusia dan terus dilakukan sampai sekarang. Itulah tujuh konflik militer ngeri yang masih terjadi sampai saat ini. Konflik-konflik seperti ini hanya akan membawa kepedihan dan kematian banyak orang di dunia. Karena dalam konflik apa pun, tak ada sebuah kemenangan, yang ada hanyalah penderitaan.

7. Perang Dunia II

Gambar 12. Perang Dunia II
Perang Dunia II adalah konflik militer global yang berlangsung 1939-1945, yang melibatkan sebagian besar negara di dunia, termasuk semua kekuatan besar: akhirnya membentuk dua aliansi militer yang berlawanan, Sekutu dan Axis. Ini adalah perang yang paling luas dalam sejarah, dengan lebih dari 100 juta personil militer dikerahkan. Dalam keadaan "perang total," menempatkan peserta utama kemampuan mereka seluruh ekonomi, industri, dan ilmiah untuk melayani usaha perang, menghapus perbedaan antara sumber daya sipil dan militer. Ditandai dengan peristiwa penting yang melibatkan kematian massal warga sipil, termasuk Holocaust dan hanya menggunakan senjata nuklir dalam peperangan, itu adalah konflik paling mematikan dalam sejarah manusia, mengakibatkan 50 juta menjadi lebih dari 70 juta korban jiwa.


2.11. Daerah Rawan Konflik di Dunia
1. Suriah 
2. Irak 
3. Afghanistan 
4. Nigeria
5. Sudan
6. Ukraina
7. Afrika
8. Somalia
9. Republik Afrika Tengah
10. Libya
11. Palestina
12. Yaman
13. Republik Demokratik Kongo
14. India
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Konflik adalah percekcokan, perselisihan dan pertentangan yang terjadi antar anggota atau masyarakat dengan tujuan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan dengan cara saling menantang dengan ancaman kekerasan. Jenis jenis konflik adalah Konflik Diri (Intraindividu), Konflik Antarindividu, Konflik Dalam Kelompok, Konflik Antarkelompok. Ada tiga teori konflik yang menonjol dalam ilmu sosial. Pertama adalah teori konflik C. Gerrtz, yaitu tentang primodialisme, kedua adalah teori konflik Karl. Marx, yaitu tentang pertentangan kelas, dan ketiga adalah teori konflik James Scott, yaitu tentang Patron Klien. Tahap-tahap konflik meliputi Prakonflik, Konfrotasi, Krisis, Akibat, Pascakonflik. Ada banyak alasan mengapa konflik terjadi,salah satunya perbedaan individu, meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. Dampak konflik sendiri ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Menyangkut strategi menyelesaikan konflik,ada strategi Kompetisi, strategi Akomodasi, strategi Kolaborasi, strategi penghindaran, strategi kompromi dan negosiasi.


3.2. Saran
Janganlah sering membuat  masalah masalah  yang akan  menimbulkan konflik. Dan jika ingin  menyelesaikan sebuah konflik maka selesaikanlah  dengan cara kompetensi, akomodasi, sharing dan penghindaran. Karena itu semua merupakan cara yang selain dapat menyelesaikan konflik juga berdampak positif bagi kita semua. 

DAFTAR PUSTAKA
Mujiraharja, H. (2015, Maret). 15 Negara Konflik yang Menimbulkan Korban Jiwa. Diambil kembali dari Okezone News: m.okezone.com/read/2015/03/20/18/1121904/15-negara-konflik-yang-menimbulkan-banyak-korban (Diakses pada : 18/11/2016)
Pickering, P. (2001). How To Manage Konflik (Kiat Menangani Konflik). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sumarwan, E. T. (2013, Desember 4). erik_erky. Diambil kembali dari Strategi Penyelesaian Konflik: https://erikandfiki.wordpress.com/2013/12/04/strategi-penyelesaian-konflik/
Wikipedia. (t.thn.). Konflik. Diambil kembali dari Wikipedia: https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik (Diakses pada 18/11/2016)



Global Warming

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar  belakang

Dalam beberapa tahun terakhir, isu pemanasan global semakin sering dibicarakan baik dalam skala kecil sampai tingkat internasional. Makalah ini akan membahas gambaran  umum pemanasan global, aktivitas manusia dan peranannya dalam pemanasan global beserta akibat dari pemanasan global itu sendiri. Kami juga menyertakan beberapa usaha yang dilakukan manusia untuk mengendalikan pemanasan global.
Secara umum pemanasan global didefinisikan dengan meningkatnya suhu permukaan bumi oleh gas rumah kaca akibat aktivitas manusia. Meski suhu lokal berubah-ubah secara alami, dalam kurun waktu 50 tahun terakhir suhu global cenderung meningkat lebih cepat dibanding data yang terekam sebelumnya. Sepuluh tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990. Isu  pemanasan global begitu berkembang akhir-akhir ini, pemeran utamanya tentu saja manusia dengan berbagai aktivitasnya.
Pemanasan global telah menyebabkan perubahan  iklim yang signifikan, seperti yang terjadi di negara kita , efek dari pemansan ini  telah menyebabkan perubahan iklim yang ektrim. Dibeberapa  daerah serintg terjadi hujan lebat yang mengakibatkan banjir bandang dan longsor, munculnya angin puting beliung, bahkan kekeringan yang mengancam jiwa manusia. Makalah ini akan membahas definisi dari pemanasah global, dampak pemanasan global, akibat dari pemanasan global, cara mencegah pemanasan global, mengukur pemanasan global dan rencana besar yang di akibatkan oleh adanya pemansan global.  
Ozon adalah lapisan mantel bumi yang berfungsi melindungi bumi beserta isinya dari sinar ultra violet secara langsung. Biasanya dibayangkan jika tidak ada lagi lapisan ozon yang melindungi bumi, maka tidak akan ada lagi siklus kehidupan


1.2. Rumusan masalah
Dari latar belakang di atas dapat dapat dirumuskan beberapa masalah, antara lain:    
1. Bagaimanakah yang dimaksud dengan global warming?
2. Apakah penyeban terjadinya global warming yang sedang terjadi di permukaan bumi ini?
3. Apakah dampak dari pemanasah global warming?
4. Bagaimana cara mencegah terjadinya global warming?
5. Bagaimana cara mengatasi terjadinya pemansan global?
6. Bagaimana cara mengurangi  pemansan global dimuka bumi ini?
7. Dimanakah daerah yang paling banyak terjadinya pemanasan global?
8. Apakah dampak dari global warming terhadap budaya? 

Tujuan Penulis
Tujuan penelitian ini dibedakan menjadi dua yakni :
Tujuan umum
Tujuan  penelitian  ini  secara  umum  adalah  agar  mahasiswa  dapat  memahami masalah global warming yang  telah terjadi di muka bumi ini, sehingga mempermudah dalam mempelajari ilmu pengetahuan kebencanaan dan lingkungan.
Tujuan khusus
Tujuan penelitian ini secara khusus adalah Mahasiswa mampu untuk menjelaskan hal-hal pokok tentang global warming, seperti:
1. Untuk mengetahui secara jelas apa pemanasan global 
2. Untuk mengetahui dampak secara umum yang akan dialami oleh manusia sendiri maupun makhluk hidup maupun lingkungan sekitarnya
3. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global
4. Untuk mengetahui efek yang akan dialami apabila yang terjadi perubahan iklim akibat dari pemanasan global
5. Untuk dapat mengetahui apa yang dapat dilakukan oleh manusia untuk dapat mencegah lebih lanjut pemanasah global tersebut.
6. Agar dapat menerangkan hubungan antara penipisan lapisan ozon dengan pemanasan global  atau perubahan iklim
7. Mengungkapkan dampak negatif  akibat pemansan global bagi kehidupan dibumi
8. Agar dapat memaparkan cara-cara untuk mengurangi pemanasan global
9. Mengungkapka hal-hal yang menyebabkan pemanasan global di muka bumi ini

Manfaat
 Makalah Pemanasan Global ini bermanfaat teoretis meliputi :
1. Untuk mengetahui dan memahami apakah pemanasan global itu,
2. Untuk mengetahui dan mengerti mengenai fakta-fakta yang disebabkan oleh adanya pemanasan global,
3. Untuk mengetahui dan memahami penyebab terjadinya pemanasan global,
4. Untuk mengetahui dan mengerti mengenai hubungan antara penipisan lapisan ozon dengan Pemanasan Global atau perubahan iklim,
5. Untuk mengetahui dampak negatif yang ditimbulkan bagi kehidupan di bumi, serta
6. Hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk mengurangi terjadinya pemanasan global di muka bumi.
7. mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi terjadinya global warming
8. mengetahi bagaimana cara mencegah global warming
9. Mengetahui apa saja efek dari rumah kaca
10. Mengetahui apa yang terjadi jika lapisan ozon hialng atau menipis.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian  Global Warming

Dalam makalah ini fenomena yang akan saya bahas adalah mengenai Global Warming (pemanasan global). Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dan negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan IPCC tersebut.

Ada beberapa yang masih diragukan oleh para ilmuwan yakni mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih sering terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai hal-hal yang harus dilakukan untuk mengurangi aatau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintah negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama yang berhubungan dengan pengunaan bahan baker fosil (minyak bumi dan batu bara) serta kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian, dan peternakan. Aktivitas manusia dengan kegiatan-kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer, yaitu meningkatnya jumlah gas rumah kaca secara global.
Di Indonesia sendiri, tanda-tanda perubahan iklim akibat pemanasan global telah lama terlihat. Misalnya, sudah beberapa kali ini kita mengalami musim kemarau yang panjang. Tahun 1982-1983, 1987 dan 1991, kemarau panjang menyebabkan kebakaran hutan yang luas. Hampir 3,6 juta hektar hutan habis di Kalimatan Timur akibat kebakaran tahun 1983. Musim kemarau tahun 1991 juga menyebabkan 40.000 hektar sawah dipusokan dan produksi gabah nasional menurun drastis dari 46,451 juta ton menjadi 44,127 juta ton pada tahun 1990.

Pada tahun 2006, akibat pemanasan global terlihat dengan terlambatnnya musim penghujan yang seharusnya sudah turun pada Oktober 2006. Namun hingga Desember 2006 hujan belum juga turun. Keterlambatan itu juga disertai dengan pendeknya periode hujan, namun intensitasnya tinggi. Akibatnya banjir melanda Jakarta dan sekitarnya. Pemanasan Global juga mengakibatkan siklus perkawinan dan pertumbuhan nyamuk (dari telur menjadi larva dan nyamuk dewasa) akan lebih singkat, sehingga jumlah populasi akan cepat naik. Mengganasnya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk kemudian seolah menyebabkan jenis penyakit baru.

2.2  Fakta yang disebabkan oleh Pemanasan Global

1) Mencairnya es di kutub utara dan selatan
Banyak media yang telah menyebutkan bahwa es yang berada di kutub mulai mencair. Mencairnya es saat ini berjalan jauh lebih cepat dari model-model prediksi yang pernah diciptakan oleh para ilmuwan. Beberapa prediksi awal yang pernah dibuat sebelumnya memperkirakan bahwa seluruh es di kutub akan lenyap pada tahun 2040 sampai 2100. Menurut salah satu media yang ada di internet menyebutkan bahwa baru- baru ini sebuah fenomena alam kembali menunjukkan betapa seriusnya kondisi ini. Pada tanggal 6 Maret 2008, sebuah bongkahan es seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya) di Antartika runtuh. Menurut peneliti, bongkahan es berbentuk lempengan yang sangat besar itu mengambang permanen di sekitar Amerika Selatan, barat daya Semenanjung Antartika. Padahal, diyakini bongkahan es itu berada di sana sejak 1.500 tahun lalu. Ini lah akibat dari pemanasan global. Antartika di Kutub Selatan adalah daratan benua dengan wilayah pegunungan dan danau berselimut es yang dikelilingi lautan. Benua ini jauh lebih dingin daripada Artik, sehingga lapisan es di sana sangat jarang meleleh, bahkan ada lapisan yang tidak pernah mencair dalam sejarah. Temperatur rata-ratanya minus 49 derajat Celsius, tapi pernah mencapai hampir minus 90 derajat celsius pada Juli 1983. Tak heran jika fenomena mencairnya es di benua yang mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia itu diteliti.

2) Meningkatnya level permukaan laut
Mencairnya es di kutub utara dan kutub selatan berdampak pada naiknya level permukaan air laut. Para ahli memperkirakan apabila seluruh Greenland mencair. Level permukaan laut akan naik sampai dengan 7 meter. Sehingga jika ini terjadi maka akan menenggelamkan daratan yang ada di dunia ini.

3) Adanya Perubahan Iklim
Pemanasan global berimbas pada semakin ekstrimnya perubahan cuaca dan iklim bumi. Pola curah hujan berubah-ubah tanpa dapat di prediksi sehingga menyebabkan banjir di satu tempat, tetapi kekeringan di tempat yang lain. Topan dan badai tropis baru akan bermunculan dengan kecenderungan semakin lama semakin kuat.

Selain fakta-fakta di atas global warming juga dapak mengakibatkan penyakit baru seperti adanya HIV AIDS, SARS, flu burung, flu singapura, flu kuda, dan flu baru H1N1 yang sebelumnya dikenal sebagai flu babi. Pemanasan global yang berpengaruh pada perubahan iklim dan cuaca juga menimbulkan dampak meluasnya penyebaran penyakit.
Perubahan suhu tersebut terjadi di wilayah yang sebelumnya dingin atau subtropis menjadi hangat. Padahal, suhu hangat itu disukai oleh organisme patogen sehingga menyebar ke daerah tersebut. Kasus penyebaran penyakit yang disebabkan pemanasan global di antaranya adalah malaria. Pemanasan global dapat menyebabkan 45%-60% penduduk dunia terancam malaria.Banyaknya penyakit infeksi baru yang berkembang saat ini juga diperparah oleh menurunnya daya tahan tubuh manusia. Hal itu salah satunya disebabkan manusia saat ini menghirup udara yang yang kualitasnya memburuk.

Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
Kemampuan lautan untuk menyerap karbon juga akan berkurang bila ia menghangat, hal ini diakibatkan oleh menurunya tingkat nutrien pada zona mesopelagic sehingga membatasi pertumbuhan diatom daripada fitoplankton yang merupakan penyerap karbon yang rendah. Dari fakta-fakta yang tersebut diatas diperolehlah konsep-konsep yang menyangkut semua sisi ranah sains. Pada ranah fisika terjadi konsep pemantulan.dijelaskan sebagai berikut :

Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu siklus yang berkelanjutan.

Pada ranah biologi  terjadinya peluasan peyebaran penyakit, dijelaskan sebagai berikut : Pemanasan global yang berpengaruh pada perubahan iklim dan cuaca juga menimbulkan dampak meluasnya penyebaran penyakit. Perubahan suhu tersebut terjadi di wilayah yang sebelumnya dingin atau subtropis menjadi hangat. Padahal, suhu hangat itu disukai oleh organisme patogen sehingga menyebar ke daerah tersebut. Kasus penyebaran penyakit yang disebabkan pemanasan global di antaranya adalah malaria. Pemanasan global dapat menyebabkan 45%-60% penduduk dunia terancam malaria.Banyaknya penyakit infeksi baru yang berkembang saat ini juga diperparah oleh menurunnya daya tahan tubuh manusia. Hal itu salah satunya disebabkan manusia saat ini menghirup udara yang yang kualitasnya memburuk.
Pada ranah kimia , senyawa organic dan gas-gas berbahaya turut andil dalam proses terjadinya pemanasan global. Sebagaimana penjelasan berikut :

Pemanasan global terjadi sesungguhnya sebagian besar akibat ulah manusia, sebagai contoh adalah karena adanya efek rumah kaca. yaitu energy yang berasal dari matahari yang dipantulkan oleh bumi terjebak di dalam atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, dan metana yang menjadi perangkap gelombang radiasi ini.Selain gas CO¬2 , yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2 ), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2 ) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH¬4 ) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca

Pada fenomena global warming ini prinsip yang digunakan adalah HUKUM SNELLIUS.
Christiaan Huygens menjelaskan hukum Snellius dari penurunan prinsip Huygens tentang sifat cahaya sebagai gelombang. Hukum Snellius dikatakan, berlaku hanya pada medium isotropik atau "teratur" pada kondisi cahaya monokromatik yang hanya mempunyai frekuensi tunggal, sehingga bersifat reversible, dan teori yang digunakan adalah teori kinetic gas. Berdasarkan hasil eksperiman, diketahui bahwa semua gas dengan komposisi kimia apapun  pada suhu tinggi dan tekanan rendah cenderunga memperlihatkan suatu hubungan sederhana tertentu di antara sifat-sifat makroskopisnya, yaitu tekanan, volume, dan suhu. Hal ini mengajukan adanya konsep tentang gas ideal yang memiliki sifat makroskopis yang sama pada kondisi yang sama. Dari sifat mikroskopis suatu gas, yaitu kelajuan, energi kinetik, momentum dan massa setiap partikel penyusunan gas, kita dapat mendefinisikan gas ideal dengan suatu asumsi (anggapan) tetapi tetap konsisten (sesuai) dengan definisi makroskopis.

Berdasarkan teori kinetik, molekul-molekul gas ideal bergerak secara acak mematuhi hukum gerak Newton dan bertumbukan dengan molekul lain maupun dengan diding bejana tempat gas berada adalah elastis sempurna. Dengan demikian, kita dapat menganalisis sifat makroskopis gas (tekanan, volum, dan suhu) berdasarkan sifat mikroskopis gas(massa, kelanjutan , momentum dan energi kinetic).

2.3. Penyebab terjadinya Global warming

1. Efek rumah kaca

Efek rumah kaca dapat divisualisasikan sebagai sebuah proses. Rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi oleh gelas kaca, yakni selimut gas pada atmosfer. Panas matahari yang mausk dengan menembus gelas kaca tersebut berupa radiasi gelombang pendek. Sebagian diserap oleh bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa sebagai radiasi gelombang panjang. Namun panas yang sejarusnya dapat dipantulkan kembali ke angkasa menyentuh permukaan gelas dan terperangkap di dalam bumi. Layaknya proses dalam rumah kaa di pertanian dan perkebunan, gelas kaca memang berfungsi sebagai penahan panas untuk menghangatkan rumah kaca. Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan konsentrasi selimut gas di atmosfer (gas rumah kaca) sehingga melebihi konsentrasi yang seharusnya. Dengan demikian panas matahari tidak dapat dipantulan ke angkasa dan semakin lama semakin meningkat. Efek rumah kaca terjadi secara alami karena memungkinkan berlangsungnya kehidupan semua makhluk di bumi. Tanpa adanya gas rumah kaca, seperti karbodioksida (CO2), metana (CH4), atau dinitro oksida (N2O), suhu permukaan bumi akan 33 derajt Celcius lebih dingin. Sejak awal industrialisasi, pada abad ke-17 konsentrasi gas rumah kaca meningkat drastis. Diperkirakan tahun 1880 temperatur rata-rata bumi meningkat 0,5-0,6 derajat Celcius akibat emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia.

Gas yang termasuk dalam kelompok gas rumah kaca adalah karbodioksida (CO2), metana (CH4), dinitro oksida (N2O), hidrofluorokarbon (HFC), perfluorokarbon (PFC), sampai sulfur heksafluorida (SF6 ). Jenis gas rumah kaca memberikan yang sumbangan terbesar bagi emisi gas rumah kaca adalah karbondioksida, metana dan dinitro dioksida. Sebagian besar gas tersebut dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, (minyak bumi dan batu bara) disektor energi dan transportasi, penggundulan hutan, dan pertanian.

Emisi karbondioksida dihasilkan dari pembakaran bahan baker fosil (minyak bumi dan batu bara) pada sektor industri dan transportasi. Sumber utama penghasil emisi karbondioksida secara global ada dua macam.
a. Pembangkit listrik bertenaga batu bara
b .Pembakaran kendaraan bermotor

Dalam hal ini, penghasil emisi karbondioksida terbesar adalah Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, dan Jepang. Sedangkan negara penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar adalah Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan penyumbang 720 ton gas rumh kaca setara karbodioksida.

2. Umpan balik

Umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi menghanga. Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer. Efek umpan balik karena pengaruh awan. Bila dilihat dari bawah, awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya bila dilihat dari atas, awan tersebut akan memantulkan sinar Matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga meningkatkan efek pendinginan. Untuk mengetahui efek netto-nya menghasilkan pemanasan atau pendinginan hal tersebut tergantung pada tipe dan ketinggian awan tersebut. Hal ini sulit direpresentasikan dalam model iklim, karena awan sangat kecil bila dibandingkan dengan jarak antara batas-batas komputasional dalam model iklim (sekitar 125 hingga 500 km untuk model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat). Walaupun demikian, umpan balik awan berada pada peringkat dua bila dibandingkan dengan umpan balik uap air dan dianggap positif (menambah pemanasan) dalam semua model yang digunakan dalam Laporan Pandangan IPCC ke Empat.
Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es. Ketika temperatur global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Umpan balik positif akibat terlepasnya CO2 dan CH4 dari melunaknya tanah beku (permafrost) adalah mekanisme lainnya yang berkontribusi terhadap pemanasan. Selain itu, es yang meleleh juga akan melepas CH4 yang juga menimbulkan umpan balik positif.
3. Peternakan  
Beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung ter-hadap pemanasan yang kita alami dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, pembangkit tenaga listrik serta pembabatan hutan.
Menurut Laporan PBB tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, "industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). " Hampir seperlima (20%) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini me-lampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia. Sektor peternakan telah menyumbang 9 persen karbon dioksida, 37 persen gas metana (mempunyai efek pemanasan 72 kali lebih kuat dari CO2 dalam jangka 20 tahun, dan 23 kali dalam jangka 100 tahun), serta 65 persen dinitrogen oksida (mempunyai efek pemanasan 296 kali lebih lebih kuat dari CO2). Peternakan juga menimbulkan 64 persen amonia yang dihasilkan karena campur tangan manusia sehingga mengakibatkan hujan asam. 
Peternakan juga telah menjadi penyebab utama dari kerusakan tanah dan polusi air. Saat ini peternakan menggunakan 30 persen dari permukaan tanah di Bumi, dan bahkan lebih banyak lahan serta air yang digunakan untuk menanam makanan ternak. Menurut laporan Bapak Steinfeld, pengarang senior dari Organisasi Pangan dan Pertanian, Dampak Buruk yang Lama dari Peternakan - Isu dan Pilihan Lingkungan (Livestock's Long Shadow-Environmental Issues and Options), peternakan adalah "penggerak utama dari penebangan hutan kira-kira 70 persen dari bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak.”
Dalam laporan yang dikeluarkannya tahun 2001, (IPCC) Inter-governmental Panel on Climate Change menyimpulkan bahwa temperatur udara global telah meningkat 0,6 derajat Celsius (1 oF) sejak 1861. Panel setuju bahwa pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh aktivitas manusia yang menambah gas-gas rumah kaca ke atmosfer. Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, para ahli memprediksi konsentrasi karbondioksioda di atmosfer dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada awal abad ke-22. Akibatnya, akan terjadi perubahan iklim secara dramatis. Walaupun sebenarnya peristiwa perubahan iklim ini telah terjadi beberapa kali sepanjang sejarah Bumi, manusia akan menghadapi masalah ini dengan risiko populasi yang sangat besar
2.4. Dampak Global Warming 
Dampak pemanasan global yang terjadi di setiap Negara berbeda karena faktanya iklim di setiap Negara berbeda yaitu terdiri dari tropik dan subtropik. Di daerah subtropik dampak pemanasan global terutama terjadi pada perubahan suhu yang makin ekstrim saat musim panas dan musim dingin. Sedangkan di daerah tropik terutama berpengaruh terhadap pergesiran musim serta meningkatnya kasus wabah penyakit. Dampak yang dirasakan Negara kepulauan adalah ancaman berkurangnya panjanggaris pantai akibat meningkatnya permukaan air laut karena mencairnya lapisan es di kutub.
Dampaknya beragam, seperti dampak terhadap cuaca, tinggi muka laut, pertanian, flora dan fauna, dan kesehatan manusia.

1. Cuaca 
Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat. Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pema-nasan (Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini). Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrim.
2. Peningkatan Permukaan Laut
Global warming akan mencairkan banyak es di kutub. Akibatnya, Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 - 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20 dan para ilmuan IPCC memprediksi pening-katan lebih lanjut 9 - 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai. Kenaikan tinggi permukaan laut akan sangat mempengaruhi ekosistem pantai.
Menurut perhitungan para ahli IPCC,”kenaikan 100cm permukaan laut akan menenggelamkan 6% daerah Belanda, 17,5% daerah Bangladesh, dan ribuan pulau kecil di Indonesia akan tenggelam.” (Arianto Sam, --Maret 2008). Akibat yang ditimbulkan peningkatan air laut, yaitu:

a) Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir.
b) Perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove.
c) Meluasnya intrusi air laut.
d) Ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir.
e) Berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.
3. Pertanian 
Bumi yang hangat akan menghasilkan banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal tersebut tidak sama beberapa tempat. Mungkin ada yang mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
4. Gangguan Ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan punah.
5. Kesehatan Manusia
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian. Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutri. Perubahan cuaca yang ekstrem dan peningkatan permukaan air laut dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan bencana alam (banjir, badai dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat pengungsian dimana sering muncul penyakit, seperti: diare, malnutrisi, defisiensi mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit, dan lain-lain.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini berkembang biak. Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernafasan seperti asma, alergi, coccidiodomycosis, penyakit jantung dan paru kronis, dan lain-lain.
2.5. Hubungan antara penipisan lapisan ozon dengan Pemanasan Global atau perubahan iklim.

Ozon adalah lapisan mantel bumi, yang berfungsi melindungi bumi beserta isinya dari sinar ultra violet secara langsung. Bisanya dibayangkan jika tidak ada lagi lapisan ozon yang melindungi bumi, maka tidak akan ada lagi siklus kehidupan.

Menurut penelitian para ilmuwan dunia, lapisan ozon telah mengalami penipisan dari tahun ke tahun. Bahkan katanya saat ini sudah ada lubang ozon di daerah Arizona. Lubang ozon itu terbentuk karena adanya dampak dari pemanasan global (Global Warming), efek rumah kaca dan lainnya. Bila ada lubang ozon berarti di situlah sinar UV memancarkan sinarnya secara langsung, tanpa adanya penyaring (lapisan ozon) . Semua makhluk di bumi ini tidak akan mampu bersentuhan langsung dengan sinar UV tersebut. Cahaya matahari yang kita terima atau rasakan setiap hari, sudah merupakan hasil penyaringan dari ozon. Sehingga sudah tidak berbahaya lagi bagi manusia dan makhluk hidup lainnya di muka bumi.

Perubahan iklim yang tidak menentu akibat dari pemanasab global sudah banyak dirasakan saat ini. Beberapa daerah di Indonesia telah mengalami cuaca hujan yang sangat rendah sehingga terjadi krisis air (kekeringan). Sedangkan di daerah lainnya malah curah hujan yang sangat tinggi sehingga terjadi banjir dan tanah longsor.


Masalah lingkungan dan kesehatan manusia yang terkait dengan penipisan lapisan ozon sesungguhnya berbeda dengan resiko yang dihadapi manusia dari akibat Pemanasan Global. Walaupun begitu, kedua fenomena tersebut saling berhubungan. Beberapa polutan (zat pemcemar) memberikan kontribusi yang sama terhadap penipisan lapisan ozon dan pemanasan global. Penipisan lapisan ozon mengakibatkan masuknya lebih banyak radiasi sinar ultrafiolet (UV) yang berbahaya masuk ke permukaan bumi. Namun, meningkatnya radiasi sinar UV bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global, melainkan kanker kulit, penyakit katarak, menurunnya kekebalan tubuh manusia dan menurunnya hasil panen.

Penipisan lapisan ozon terutama disebabkan oleh Chlorofluor Carbon (cfc) saat ini negara- negara industri sudah tidak memproduksi dan tidak menggunakan CFC lagi. Dan dalam waktu dekat, CFC akan benar- benar dihapus di seluruh dunia. Sepeti halnya karbon dioksida, CFC juga menurapakan gas rumah kaca dan berpotensi terhadap pemanasan global jauh lebih tinngi di banding karbon dioksida sehingga dampak akumulasi CFC di atmosfer mempercepat laju pemanasan global. CFC tetap berada di atmosfer dalam waktu sangat lama, berabad-abad. Artinya, kontribusi CFC terhadap penipisan lapisan ozon dan perubahan iklim akan berlangsung dalam waktu sangat lama.

2.6  Cara  Mengurangi Pemanasan Global Di Muka Bumi

Perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming), pemicu utamanya adalah meningkanya emisi karbon akibat  penggunaan energi fosil (bahan baker minyak, batu bara, dan sejenisnya yang tidak dapat diperbaharui). Penghasil terbesarnya adalah negara-negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dll. Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negara-negara utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan. Sedangkan untuk negara berkembang meski tidak besar, juga ikut berkontribusi dalam menyumbangkan emisi gas tersebut. Industri pengasil karbon terbesar seperti Indonesia adalah perusahaan tambang, sehingga Indonesia tercatat dalam “Guinnes Book of Record” sebagai negara tercepat dalam kerusakan hutannya. Makalah Pemanasan Global.
Dengan dampak yang ditimbulkan karena perubahan iklim akibat pemanasan global, maka kita sebagai penduduk dunia harus segera bertindak untuk mengurangi pemanasan global seperti yang sedang terjadi pada saat ini, dan diprediksikan akan terus berlangsung. Hal yang dibutuhkan adalah dengan mengadakan REVOLUSI GAYA HIDUP, yakni dengan mengurangi penggunaan energi baik listri, bahan baker, air yang memang menjadi sumber utama makin berkurangnya sumber kehidupan.


Selain itu perlunya melahirkan konsensus yang membawa komitmen dari semua negara untuk menegakkan keadilan iklim. Seperti yang telah dilakukan oleh ustralia yang mempunyai instrument keadilan iklim dengan membentuk pengadilan iklim. Dimana sebuah instrument yang mengacu pada isi Protokol Kyoto yang menekankan kewajiban pada negara-negara Utara untuk membayar dari hasil pembuangan emisi karbon untuk perbaikan mutu lingkungan hidup bagi negara-negara Selatan.

Hal lain yang harus dilakukan adalah dengan memulai untuk menggunakan energi bahan baker alternatif yang tidak hanya dari bahan energi fosil, misalnya untuk kebutuhan memasak. Menggunakan energi biogas (gas dari kotoran ternak) seperti yang dilakukan komunitas merah putih di Kota batu. Desenralisasi energi dan melepas ketergantungan pada sentralisasi energi yang pada akhirnya dapat menaikkan harganya.

Sedangakan untuk para pengambil kebijakan harus mengeluarkan policy yang jelas orientasinya untuk mengurangi pemanasan global. Misalnya dengan menetapkan jeda tebang hutan di seluruh Indonesia agar tidak mengalami kepunahan dan wilayah kita makin panas. Menghentikan pertambangan mineral dan batubara seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi. Selanjunya kebijakan peogressive dengan mempraktekkan secara nyata jeda tebang dan kedauatan energi harus dilakukan jika kita tidak mau menjadi kontributor utama pemanasan global. Melakukan penanaman pohon kembali sebagai salah satu cara yang bisa memperbaiki paru-paru dunia. Selain itu meminimalkan dalam penggunaan kertas, karena semakin banyak kertas yang dgunakan maka semakin banyak pula pohon yang ditebang.

Hal-hal tersebut dilakukan demi keberlanjutan kehidupan sosial yang tanpa kita sadari 
telah dirusak oleh adanya pemanasan global akibat ulak manusia sendiri. Oleh karena itu, sebagai manusia hal yang terpenting adalah kita mulai dari diri sendiri untuk mencintai lingkungan hidup dengan melakukan hal-hal yang positif.

Yang harus kita lakukan diantararanya yaitu :
1. Hemat energi dengan cara
a.Pilih lampu dan alat elektronik hemat energi.
              b.  Buat jadwal/batas waktu penggunaan listrik.
       c. Gunakan tangga ketimbang lift
       d. Gunakan sepeda untuk pejalan jarak dekat



2. Hemat air
a. Tutup keran air dengan rapat. Saat cuci piring, buka tutup keran hanya saat membilas cucian (begitu juga saat sikat gigi)
b. Hemat air untuk mandi (pilih shower daripada bathtub!)
c. Pilih satu gelas untuk tempat minum Anda setiap hari
d. Cucilah barang di bak cuci piring/ember yang sudah terisi air daripada di keran yang mengalir.
e. Gunakan air hujan untuk menyirami kebun/taman.

3. Mengurangi limbah

                a.Hemat kertas dengan menggunakan kedua sisinya.
                b.Daur ulang sampah rumah tangga menjadi kompos.
                c.Buatlah komunitas hijau untuk menciptakan karya dari produk daur ulang
         d. mengadakan kegiatan bentuk pasukan kebersihan untuk menjaga lingkungan.
                e.Saat berbelanja, pilih produk dengan kemasan minimal untuk mengurangi sampah.
                f.Bawalah tas belanja sendiri agar meminimalkan penggunaan kantong plastik.

Menurut data yang diberikan oleh Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia:

1. Memilih teknologi terbaru yang membutuhkan energi sedikit namun tetap nyaman. Atau, ganti lampu hemat listrik. Menggunakan energi dengan bijaksana akan mengurangi kebocoran energi yang tidak perlu.
2. Lebih sedikit gunakan kendaraan dalam perjalanan singkat atau dekat. Jalan kaki, kayuh sepeda, naik mobil beramai-ramai, dan kendaraan umum, selain akan menghemat pengeluaran transport kamu, tentu saja mengurangi karbon dioksida.
3. Periksa kesehatan ban mobilmu. Menjaga “kesehatan” ban mobilmu secara teratur mengurangi 10 kg karbon dioksida di atmosfer.
4. Daur ulang seirng-sering. Anda bisa menghemat 1200 kg karbon dioksida per tahun hanya dengan mendaur ulang setengah sampah kertas Anda sehari.
5. Butuh air hangat untuk mandi, air panas untuk minum kopi dan teh, atau mencuci pakaian  gunakan secukupnya dan kamu mengurangi 420 kg karbon dioksida pertahun.
6. Hindari membeli produk dengan bungkus berlapis-lapis. Setiap kamu mengurangi 10% sampah saja, kamu sudah mengurangi 600 kg karbon dioksida.f.
7. Tanam pohon. Satu pohon bisa menghisap 1 ton karbon dioksida sepanjang hidupnya.
8. Matikan alat elektronik! TV, DVD, VCD, MP3, stereo, komputer, games, ketika kamu tidak sedang menggunakannya. Kamu menghemat ribuan kg karbon dioksida per tahun. Tidak perlu dipindah ke posisi stand-by atau memasang timer karena listrik tetap mengalir,Padamkan sama sekali.

Usaha-usaha praktis dan sederhana untuk ‘mendinginkan’ Bumi, seperti :
        1. Mematikan listrik antara di dua titik pada pukul 17.00 s/d 22.00
        2. Ganti bola lampu ke jenis CFL
        3. Hemat energy dengan cara selektif menggunakan peralatan elektronik
        4. Kurangi pemakaian mobil/kendaraan pribadi
        5. Kurangi pemakaian kemasan plastic
        6. Hemat penggunaan kertas
        7. Memilih dan mengelola sampah rumah tangga
        8. Menanam pohon di halaman rumah
        9. Jemur pakaian di luar
      10. Jika pakai AC tutup pintu dan jendela dan atur suhu sekitar 21-24oC.

2.7. Kerangka Hukum Pencegahan Pemanasan Global 
Terdapat beberapa kelompok yang menyuarakan keinginan kembali ke alam untuk menyelamatkan Bumi.Kerjasama internasional telah dilakukan di tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de Janeiro, Brazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca. Pada tahun 1997 Conference of Parties to UNFCCC di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto. Pada tahun 2007 di Nusa Dua Bali, Indonesia diadakan pertemuan UNFCCC kembali.
Saat ini Indonesia telah meletakkan beberapa institusi hukum yang terkait dengan pemanasan global seperti : 

1. UU No.23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2. UU No.26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.
3. UU No.30 Tahun 2007 Tentang Energi.
4. UU 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
5. Peraturan Pemerintah No.59 Tahun 2007 Tentang Panas Bumi.
6. Peraturan Pemerintah No.58 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas PP No.35 Tahun 2002 Tentang Dana Reboisasi,
7. PP No.6 Tahun 2007 Tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan
8. UU No.18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
Di beberapa daerah juga terdapat peraturan yang terkait dengan pemanasan global seperti: Perda Kabupaten Lampung Barat No.18 tahun 2004 tentang Pengelolaan SDM dan Lingkungan Hidup Berbasis Masyarakat. Perda Kabupaten Lampung Timur No.3 Tahun 2002 tentang Rehabilitasi Pesisir, Pantai, dan Laut dalam Wilayah Kabupaten Lampung Timur. Pencegahan pemanasan global harus mengedepankan aspek sinergitas dari institusi hukum internasional, institusi hukum nasional, dan institusi hukum di daerah.

2.8. Daerah-daerah yang merasakan efek global warming
         Ada tujuh tempat yang merasakan efek global warming, yaitu:
1. Bihar, India Bihar, India
2. The North Pole(kutub utara)
3. South Autralia
4. The Maldives
5. The West African Coastline
6. Coas Alaska
7. Western North America


BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN :

Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfir, laut dan daratan bumi. Penyebab terbesar pemanasan global adalah efek gas-gas rumah kaca akibat aktifitas manusia melalui efek rumah kaca. Pemanasan global sangat berdampak negatif bagi alam semesta ini, seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, perubahan jumlah dan pola presipitasi, berpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, punahnya berbagai jenis hewan dan munculnya berbagai penyakit.

Pemanasan global hanya dapat dikendalikan dengan cara mengatasi efek yang ditimbulkan sambil melakukan langkah-langkah pencegahan, diantaranya: menghilangkan karbondioksida di atmosfir dengan cara menanam dan memelihara pepohonan lebih banyak lagi dan mengurangi produksi gas rumah kaca.

3.2 SARAN :

1. Untuk menyelamatkan bumi kita, menjadikannya tempat hidup yang lebih baik kita harus
2. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.
3. Turunkan suhu AC Anda. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda. Misalnya jam kantor






kelebihan dan kekurangan komik sebagai media pembelajaran

Kelebihan dan kekurangan Komik Menurut Rohani (1997:21) Media komik merupakan media yang mempunyai sifat sederhana, jelas, mudah dipahami,...